Seafood Guide

WWF-Indonesia percaya bahwa kita mampu menghadirkan ikan di meja makan dengan tetap menjaga jumlah populasi ikan, kelestarian lingkungan dan kesehatan ekosistem laut. Bila Anda memilih dengan hati-hati hidangan laut (seafood) yang anda nikmati, dengan cara memahami lebih jauh bagaimana pengelolaan perikanan dilakukan, Anda telah berkontribusi dalam melestarikan laut untuk masa depan.

Klik di sini untuk install aplikasi Seafood Guide WWF-ID untuk BlackBerry


Produk seafood dari Indonesia terancam kelangsungannya ketika tingkat konsumsi yang tinggi dan aktivitas penangkapannya sangat merusak memberi tekanan yang sangat tinggi pada populasi dan habitat ikan.

Sejak tahun 2005 WWF-Indonesia telah mengeluarkan panduan memilih seafood yang ramah lingkungan berupa cetakan kertas ukuran saku bagi konsumen seafood untuk memudahkan mereka mengetahui seafood yang terbaik dan seafood yang tengah mengalami tekanan konsumsi sehingga sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi. Sebagai sebuah dokumen yang selalu “hidup” dan berubah sesuai kondisi pendataan populasi terkini, WWF-Indonesia kemudian melakukan revisi pada tahun 2007, kemudian revisi kembali pada tahun 2009, dan akhirnya versi terakhir pada tahun 2011.

Sejak beberapa tahun terakhir ketika perkembangan teknologi telepon pintar berkembang pesat, kebutuhan penggunaan kertas dapat perlahan-lahan dikurangi. Edisi seafood guide 2011 sekarang sudah hadir dalam versi
BlackBerry. Meskipun begitu, versi PDF dari seafood guide tersebut masih dapat diunduh dari link di samping

Berikut langkah-langkah sederhana untuk memasang aplikasi Seafood Guide versi BlackBerry:

  1. Pastikan tipe BlackBerry anda sesuai dengan aplikasi ini; 83xx, 85xx, 93xx, 89xx, 97xx
  2. Pastikan tipe langganan Blackberry anda mencakup BlackBerry Internet Service, atau kalau tidak silakan merujuk ke akses WIFI di sekitar anda.
  3.  Untuk pengguna akses WIFI, pastikan penyetelan browser anda disesuaikan (Options > Advanced Option > Browser > Default browser configuration > Hotspot/Internet Browser)     
  4. Silakan jalankan aplikasi Appworld.
  5. Ketikkan “Seafood Guide”
  6. Setelah muncul daftar pencarian, klik judul yang sesuai, lalu klik “download” dan tunggu sampai proses instalasi selesai
  7.  Aplikasi siap dijalankan. Beberapa piranti memerlukan proses “restart
  8. Kami senantiasa memantau masukkan dan kritik serta saran, silakan masuk ke bagian “Umpan Balik” dalam aplikasi tersebut untuk menyampaikan respon atau kirim email ke marine@wwf.or.id


Sekarang Anda Tahu, Sekarang Anda Bisa Bertindak!

Fakta-fakta di balik perikanan kita:

  •  Lobster, ikan hiu dan kerapu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh dan menjadi dewasa
  • Lobster dan kerapu pada umumnya ditangkap dengan cara menyemprotkan racun. Racun tersebut juga membunuh terumbu karang dan satwa laut lainnya
  • Hanya sedikit lobster yang mampu bertahan hidup dan menjadi dewasa di alam. Sementara untuk saat ini masih sedikit teknologi yang mampu mengembangbiakkan lobster secara budidaya
  • Sirip ikan hiu diambil dari ikan hiu yang seringkali tertangkap dalam jaring atau rawai (longline), dimana lumba-lumba, penyu, burung dan satwa laut lainnya turut menjadi korban. Daging ikan hiu seringkali dibuang setelah siripnya dipotong
  • Juvenil ikan hiu semakin jarang ditemukan karena adanya penangkapan ikan hiu dewasa secara besar-besaran (penangkapan yang berlebihan atau over-fishing), sehingga tidak mampu memperbaiki populasinya
  • Udang ditangkap dengan menggunakan jaring pukan yang merusak ekosistem dasar laut di dekatnya, dan membawa tangkapan-sampingan (by-catch) antara lain penyu dan mamalia laut
  • Banyak juvenil udang yang tertangkap oleh nelayan, sehingga populasi udang semakin menurun akibat kurangnya regenerasi
  • Udang juga diternakkan dalam tambak, yang dibangun dengan menebang hutan bakau (mangrove) serta menggunakan bahan kimia yang buangannya dapat merusak ekosistem sekitarnya. Tanpa pohon bakau, garis pantai akan terkena erosi dan tempat perkembangbiakan alami ikan akan hilang
  • Hanya sedikit juvenil kerapu yang mampu bertahan hidup dan menjadi dewasa di alam akibat banyaknya predator termasuk manusia. Bahkan untuk jenis Kerapu Bebek, pengambilanya telah dilakukan sejak ukuran jari (fingerling) untuk ikan hias
  • Ikan karang seperti kakap, kerapu, baronang, ekor kuning, kambing-kambing dan butana, seringkali ditangkap dengan bahan peledak. Ledakan tersebut menghancurkan karang sampai puluhan tahun ke depan, dan kadangkala terumbu karang tidak mampu pulih
  • Ikan laut dalam seperti tenggiri, tuna dan bobara/kue dapat dijadikanmakanan yang lezat dan mudah diolah

 

Anda dapat menggunakan petunjuk berikut ini saat memilih seafood. Bila memungkinkan, mintalah seafood yang masuk dalam daftar TERBAIK (hijau). Ada beragam seafood yang sehat dan bergizi.

Berhati-hatilah dan perhatikan saat Anda memilih seafood dari daftar PERTIMBANGKAN (kuning). Produk-produk ini seringkali dihasilkan dari cara penangkapan yang tidak lestari atau tidak ramah lingkungan, dan secara umum populasi ikan dalam kategori ini mulai menurun.

Hindarilah memesan
 seafood dari daftar HINDARI (merah). Seafood dalam daftar ini mengalami penurunan populasi yang serius di alam dan dalam proses penangkapannya sangat merusak dan memungkinkan terjadinya by-catch terhadap satwa langka atau dilindungi.

 

 / ©: WWF-Indonesia / Marine Program
Download Aplikasi Seafood Guide Untuk Pengguna BlackBerry
© WWF-Indonesia / Marine Program
  / ©: WWF-Indonesia
© WWF-Indonesia
  / ©: WWF-Indonesia/Irza Rinaldi
© WWF-Indonesia/Irza Rinaldi