Bunaken

Bunaken

Bunaken didirikan sebagai Taman Nasional di tahun 1991. Taman Nasional meliputi pulau Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Siladen, Nain dan bagian dari Arakan Wowontulap, mencakup total area 89,065 ha. Sebagai percobaan, Taman Nasional Bunaken dikelola oleh sebuah struktur pengelolaan kolaboratif   yang mewakili kewenangan taman nasional tersebut, komunitas lokal, sektor swasta, universitas, dan dinas pemerintah setempat. Sejak tahun 1991 proyek Natural Resource Management menjadi katalisator dan pendorong utama dalam pengelolaan Bunaken.

Bagi WWF, Taman Nasional Bunaken merupakan tempat utama bagi rencana kerja Sulu Sulawesi Marine Ecoregion. WWF memberi dukungan bagi penegakan hokum dan patroli partisipatif, yang menghasilkan berkurangnya pemboman ikan. Lebih lanjut lagi, WWF menyelenggarakan pelatihan pengamatan dan pengidentifikasian lokasi pemijahan ikan atau SPAGS. Spesies-spesies yg bernilai tinggi seperti kerapu dan napoleon wrasse berkumpul untuk aktifitas reproduksi. Jika daerah pemijahan ini dijaga dengan baik, spesies ini memiliki kesempatan bertahan lebih lama dalam menghadapi kepunahan populasi. WWF juga bekerja sama dengan komunitas grup remaja lokal, Tim Raja Laut, untuk membangun pemantauan dan pendidikan perikanan berbasis masyarakat.

Keterlibatan WWF di Bunaken selanjutnya termasuk:

  • Memperbaiki manajemen perikanan melalui pengamatan cadangan ikan dan spesies indicator, dan perluasan dan pelaksanaan patroli dalam Taman Nasional Bunaken dan daerah perbatasannya.
  • Menguji penerapan pedoman manajemen efektif Kawasan Perlindungan Laut, dan menggunakan lesson learned untuk meningkatkan strategi konservasi untuk propinsi terbesar Sulawesi Utara. Ini termasuk integrasi rencana pembangunan tourisme, pengujian mekanisme keuangan untuk bagian Sulawesi Utara lainnya.