site

Build Reef

Sejarah dan Latar Belakang

© WWF-Indonesia
Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang terletak di bagian paling barat Pulau Jawa merupakan taman nasional yang penting bagi Indonesia dan dunia. TN Ujung Kulon ini menjadi taman nasional pertama di Indonesia dan telah ditetapkan sebagai salah satu situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1992.

© WWF-Indonesia
WWF-Indonesia memulai program konservasinya sejak tahun 1962 dengan membantu pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dalam menjaga kelangsungan hidup badak Jawa atau badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus). Karena kekayaan flora dan fauna di dalamnya serta merupakan kawasan yang penting bagi masyarakat sekitarnya inilah maka TN Ujung Kulon harus dijaga kelestarian dan keberlangsungannya.

© WWF-Indonesia
Upaya konservasi yang telah dilakukan selama ini diarahkan untuk melindungi habitat satwa badak Jawa yang sangat langka dan telah dikategorikan sebagai critically endangered atau "sangat terancam" dalam Daftar Merah IUCN (IUCN Red List of Threatened Species), diantaranya melalui monitoring populasi. Selain kawasan hutan, TN Ujung Kulon juga memiliki kawasan laut yang sangat signifikan sehingga masyarakat di sekitarnya juga memanfaatkan sektor perikanan. Namun kawasan laut ini mendapat beberapa ancaman terhadap ekosistem terumbu karang seperti pemanfaatan lahan pantai dan pesisir secara berlebihan, polusi insektisida dan usaha-usaha penangkapan ikan yang merusak seperti penggunaan sianida, bom maupun overfishing dan juga ancaman ekologis seperti sedimentasi dan pemutihan karang akibat pemanasan global.

Kerusakan habitat ini dapat berakibat pada penurunan pendapatan dari sektor perikanan dan pertanian sehingga masyarakat pesisir kemudian melanggar batas kawasan taman nasional dan kemudian mengubah vegetasi asli menjadi lahan pertanian. Hal ini dapat mengakibatkan berkurangnya habitat badak yang penting. Oleh karena itu, Sejak tahun 1998 --selain konservasi habitat terrestrial-- WWF-Indonesia memandang perlu untuk melakukan konservasi kawasan laut sebagai upaya konservasi yang terintegrasi di Ujung Kulon.

© WWF-Indonesia & BTNUK

© WWF-Indonesia
Aktivitas monitoring terumbu karang di sekitar ekosistem pesisir laut dilakukan untuk perolehan data status terumbu karang di Ujung Kulon sejak 1998. Hasil monitoring menunjukan bahwa walaupun penutupan karang tidak terlalu luas dan ancaman dari aktivitas manusia masih terus berlangsung, terumbu karang di Ujung Kulon menunjukan pertumbuhan dan pemulihan yang signifikan. Oleh karena itu WWF-Indonesia dan Balai TNUK mendapat dukungan untuk terus mempertahankan pemulihan dan kelangsungan ekosistem terumbu karang. Dukungan tersebut berupa anggaran dana untuk melaksanakan patroli laut secara berkala serta partisipasi masyarakat dalam konservasi ekosistem karang sebagai upaya pemberdayaan masyarakat lokal.