Program Rehabilitasi Karang 'Build Reef' ini merupakan sebuah program ekowisata yang diinisiasi oleh WWF-Indonesia Program Konservasi Ujung Kulon yang bertujuan:
- Memperbaiki ekosistem terumbu karang dengan menempatkan suatu struktur buatan atau dikenal dengan transplantasi karang buatan. Di banyak tempat, karang buatan telah diketahui sebagai suatu metode yang paling mudah diterapkan untuk perbaikan ekosistem karang yang rusak dan meningkatkan produksi perikanan serta mengembangkan potensi ekowisata.
- Penempelan koloni karang lunak pada struktur buatan bertujuan menarik ikan-ikan dan organisme lain untuk memastikan pemulihan terumbu karang. Koloni karang lunak berasal dari petani lokal untuk menjamin bahwa kegiatan Build Reef tidak akan membahayakan populasi karang alami.
- Pengembangan potensi sektor ekowisata sehingga diharapkan wisatawan yang datang dapat menjadi pendapatan yang potensial buat masyarakat lokal.
 |
| © WWF-Indonesia |
Dalam program rehabilitasi karang ini, para penggemar olahraga menyelam diajak untuk berkontribusi terhadap upaya konservasi karang dengan ikut memasang dan memelihara struktur karang buatan atau dikenal dengan sebutan rak. Rak ini terbuat dari beton dengan penambahan bambu pada struktur rak. Berat satu buah rak dapat mencapai 100 kg untuk proses fiksasi di lokasi penumbuhan karang buatan tersebut. Oleh karena itu, rak telah disiapkan di lokasi namun para penyelam tetap akan berpartisipasi dengan memperkuat struktur rak tersebut ke dalam substrat (pasir).
 |
| © WWF-Indonesia |
Langkah selanjutnya adalah memilih koloni karang yang akan ditempelkan pada rak. Koloni karang ditempelkan pada substrat mini sehingga koloni akan lengket pada struktur rak. Keranjang berisi koloni karang akan ditaruh agak jauh dari rak untuk menghindari kerusakan selama proses fiksasi sekaligus memperkuat struktur rak. Penyelam akan berenang mendekati keranjang karang lalu membawa dua buah koloni dan kemudian menempelkannya pada rak. Penyelam dianjurkan hanya membawa dua buah koloni saja untuk menghindari kompetisi antar koloni akibat terlalu padat. Jumlah total rak dan koloni karang yang akan dipasang pada kegiatan minggu ini sebanyak 24 rak dan 600 koloni karang. Selama proses transplantasi akan menyebabkan air menjadi keruh, namun instruktur selam tetap akan mengawasi keamanan dan keselamatan para penyelam yang ikut didalamnya.
 |
| © WWF-Indonesia |
Setelah selang beberapa waktu, karang buatan yang baru dapat dikunjungi kembali. Para penyelam yang ikut program rehabilitasi karang akan menjadi pengunjung pertama yang akan mengamati langsung hasil kerja keras mereka. Selanjutnya para penyelam tersebut akan diminta untuk memberikan sebuah nama sebagai penghargaan untuk karang yang baru ini. Nama karang yang baru beserta lokasi koordinatnya pun akan dicatat. Kemudian sebuah sertifikat akan diberikan kepada para penyelam Build Reeef. Sertifikat ini tidak menunjukan hak atau kepemilikan terhadap karang yang ditanam, namun hanya menyatakan bahwa individu yang bersangkutan ikut terlibat dalam kegiatan tranplantasi karang tersebut.
 |
| © WWF-Indonesia |