WWF-Indonesia terbitkan panduan untuk wujudkan perikanan nasional berkelanjutan | WWF Indonesia

WWF-Indonesia terbitkan panduan untuk wujudkan perikanan nasional berkelanjutan



Posted on 26 April 2012   |  
Kakap adalah salah satu komoditi perikanan yang sangat dihargai mahal oleh pasar. Namun selama ini penangkapannya masih banyak dilakukan dengan cara-cara yang merusak, mis: penggunaan bom ikan.
© WWF-Indonesia / Candhika YUSUF

Jakarta (12/4) WWF-Indonesia menerbitkan Serial Panduan Praktik Perikanan Berkelanjutan atau Fisheries Better Management Practices (BMP Perikanan Berkelanjutan) untuk sejumlah komoditi perikanan utama, yaitu kerapu, kakap, udang, tuna dan nila. BMP ini merupakan panduan perikanan praktis pertama yang diterbitkan di Indonesia, berisi rekomendasi-rekomendasi yang mudah diaplikasikan kelompok pelaku perikanan, yaitu para nelayan, petambak dan pengusaha perikanan.


BMP Perikanan Berkelanjutan WWF disusun berdasarkan pembelajaran tim perikanan WWF-Indonesia dengan para nelayan dan petambak binaan di sejumlah wilayah kerja WWF-Indonesia, yaitu Tarakan dan Berau di Kalimantan Timur, Aceh, Danau Toba – Sumatera Utara, Wakatobi – Sulawesi Tenggara, Kepulauan Solor Alor – Nusa Tenggara Timur, Bali, dan Bitung – Sulawesi Utara. Selain itu, BMP ini juga mengacu pada prinsip-prinsip sertifikasi perikanan berkelanjutan yang didukung oleh WWF, yaitu Marine Stewardship Council (MSC) untuk perikanan tangkap dan Aquaculture Stewardship Council untuk perikanan budidaya.


“BMP Perikanan WWF berbeda dengan panduan-panduan serupa lainnya karena penekanannya pada aspek sustainability hingga di level operasional”, demikian disampaikan Imam Musthofa Zainuddin selaku National Fisheries Program Leader WWF-Indonesia dalam kegiatan Konferensi Pers yang diadakan dalam rangka peluncuran Serial Panduan Praktik Perikanan Berkelanjutan ini di kantor WWF-Indonesia pada Kamis, 26 April 2012.


Sebagai satu dari beberapa panduan yang menjawab pertanyaan mengenai keberlanjutan sumber daya ikan, penerbitan BMP Perikanan Berkelanjutan WWF mendapat respon positif dari pemerintah. “BMP Perikanan Berkelanjutan yang dikembangkan WWF selaras dengan tren penangkapan ikan saat ini dimana proses penangkapan ikan tidak hanya memperhatikan kualitas produk tetapi juga memastikan penerapan praktik penangkapan yang ramah lingkungan, sesuai dengan Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) dari FAO diterapkan KKP selama ini”, jelas Ir.Endroyono, Kasubdit Rancang Bangun dan Kelaikan Alat Penangkap Ikan dari Direktorat Kapal Perikanan dan Alat Penangkap Ikan, KKP.


BMP Perikanan Berkelanjutan WWF akan disebarluaskan ke sejumlah pihak terkait, khususnya para pelaku dalam industri perikanan termasuk nelayan, petambak, dan perusahaan perikanan. ANOVA, salah satu perusahaan pengimpor ikan asal Belanda yang tergabung dalam program korporasi WWF-Indonesia, Seafood Savers mengomentari manfaat jangka panjang dari penerbitan BMP Perikanan Berkelanjutan ini.


“Adanya panduan mengenai perikanan yang berkelanjutan ini sangat penting artinya untuk menjamin ketersediaan sumber daya ikan dalam jangka panjang sekaligus kesejahteraan nelayan beserta keluarga dan masyarakat pesisir di sekitarnya”, jelas Aditya Utama, Sustainability Manager ANOVA Asia.


Ke depan BMP Perikanan Berkelanjutan WWF akan terus diperbaharui berdasarkan perkembangan aktivitas perikanan dan input dari pelaku perikanan dan para pakar. “WWF menerbitkan BMP ini untuk menjadi standar minimum praktek perikanan yang bertanggung jawab, yang peduli lingkungan dan keberlanjutan sumber daya. Para praktisi perikanan bisa memberi masukan lebih lanjut pada BMP ini, untuk tujuan semakin mendorongkan perbaikan dalam praktek dan pengelolaan perikanan di Indonesia.”, tegas Imam Musthofa di penghujung kegiatan jumpa pers dengan rekan-rekan media.


Catatan untuk Editor:
Naskah BMP dalam versi digital dapat diunduh dengan mengakses tautan berikut: http://www.wwf.or.id/bmp_fisheries


Tentang WWF-Indonesia:
WWF-Indonesia adalah organisasi konservasi nasional yang merupakan bagian dari jaringan global WWF, yaitu jaringan konservasi mandiri terbesar dan sangat berpengalaman di dunia. WWF-Indonesia bergiat di 27 wilayah kerja lapangan di 17 propinsi.


Misi WWF-Indonesia adalah menyelamatkan keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak aktifitas manusia melalui: Mempromosikan etika konservasi yang kuat, kesadartahuan dan upaya-upaya konservasi di kalangan masyarakat Indonesia; Memfasilitasi upaya multi-pihak untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan proses-proses ekologis pada skala ekoregion; Melakukan advokasi kebijakan, hukum dan penegakkan hukum yang mendukung konservasi, dan; Menggalakkan konservasi untuk kesejahteraan manusia, melalui pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan. Selebihnya tentang kami, silakan kunjungi website utama WWF di www.panda.org; situs lokasl di www.wwf.or.id dan situs keanggotaan WWF-Indonesia di www.supporterwwf.org.


Strategi Program Perikanan WWF-Indonesia bertujuan untuk menjamin kelestarian sumber daya ikan untuk mewujudkan perdagangan yang berkelanjutan.


Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:
  • Imam Musthofa, WWF-Indonesia Marine Program. National Fisheries Program Leader, +62 (0)8123853921 imusthofa@wwf.or.id
  • Dewi Satriani, WWF-Indonesia Marine Program. Communications and Outreach Manager +62 (0)811 910 970, dsatriani@wwf.or.id
  • Margareth Meutia, WWF-Indonesia Marine Program. Senior Corporate campaigner. +62 (0)8158812844, mmeutia@wwf.or.id
Kakap adalah salah satu komoditi perikanan yang sangat dihargai mahal oleh pasar. Namun selama ini penangkapannya masih banyak dilakukan dengan cara-cara yang merusak, mis: penggunaan bom ikan.
© WWF-Indonesia / Candhika YUSUF Enlarge
© WWF-Indonesia/Aulia Rahman Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus