KKP dan WWF Terbitkan Prosiding Simposium Hiu dan Pari Indonesia | WWF Indonesia

KKP dan WWF Terbitkan Prosiding Simposium Hiu dan Pari Indonesia



Posted on 21 March 2016   |  
Pari manta berenang di sekitar situs penyelaman di Labuan Bajo
© WWF-Indonesia/Ramadhian BACHTIAR
Penulis: Ranny Ramadhani Yuneni (Shark & Ray Program Officer WWF-Indonesia) 

Simposium Hiu dan Pari Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan WWF-Indonesia pada bulan Juni 2015 lalu, telah diikuti oleh lebih dari 50 peneliti dari seluruh Indonesia. Para peneliti tersebut memberikan kontribusi dengan mempublikasikan hasil penelitian mereka mengenai hiu dan pari di Indonesia. [Baca juga: Pengelolaan Berkelanjutan Hiu dan Pari di Indonesia].
 
Setelah melewati beberapa tahap tinjauan sejak hasil penelitiannya dipresentasikan, hasil rumusan simposium berupa dokumen prosiding telah diterbitkan oleh KKP dan WWF-Indonesia pada pertengahan bulan Maret 2016. Prosiding tersebut dapat diunduh di sini.
 
Prosiding Simposium Hiu dan Pari Indonesia ini merumuskan beberapa poin mengenai kebijakan prioritas yang perlu diterapkan dalam mendukung pengelolaan hiu dan pari di Indonesia berdasarkan informasi dan kajian-kajian terbaru, yang meliputi:

  • Stok perikanan hiu dan pari, seperti melakukan pendataan jenis hiu dan pari bernilai penting dan perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam sistem pengumpulan data;
  • Pemanfaatan hiu dan pari terkait perdagangan dan pariwisata, seperti pengembangan panduan praktik terbaik dan mendorong lokasi percontohan untuk pengembangan ekowisata hiu dan pari sebagai alternatif pemanfaatan kedua satwa tersebut; serta
  • Kebijakan pengelolaan hiu dan pari, seperti mendorong adanya perlindungan habitat penting.

Seiring dengan adanya informasi-informasi penelitian hiu dan pari terbaru yang telah melewati tahap peninjauan oleh para peneliti ini, diharapkan dapat mendukung penguatan Rencana Aksi Nasional (RAN) terkait pengelolaan hiu dan pari di Indonesia. Untuk menjaga sumber daya perikanan hiu dan pari yang terancam punah, tidak hanya memerlukan kesadartahuan publik, tetapi juga pemantauan berkala pengelolaan hiu dan pari yang transparan, serta kesepakatan perlunya pelaksanaan simposium secara regular untuk memperbarui data secara berkala.
 
Let’s stand for Indonesia’s shark and ray! 

Comments

blog comments powered by Disqus