Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo, Paradigma Baru Dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi di Riau | WWF Indonesia

Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo, Paradigma Baru Dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi di Riau



Posted on 30 May 2006   |  
Siaran Pers, Untuk disiarkan pada: 30 Mei, 2006
Pekanbaru, RIAU Kawasan konservasi seharusnya berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat sekitar. Manfaat yang didapatkan masyarakat dari pengelolaan kawasan tersebut diharapkan dapat memperkecil ketergantungan mereka kepada hasil hutan berupa kayu. Untuk itu diperlukan suatu badan pengelolaan kawasan konservasi yang dapat merangkul semua pihak yang berkepentingan atau lebih dikenal dengan nama pengelolaan kolaborasi. Taman Nasional Tesso Nilo merupakan salah satu kawasan konservasi yang akan dikelola secara bersama lewat wadah pengelolaan bersama yang berbentuk yayasan. Yayasan yang diberi nama Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN) akan diresmikan pada tanggal 30 Mei 2006 oleh Menteri Kehutanan RI, MS Kaban dan Gubernur Riau, H. M. Rusli Zainal di hotel Aryaduta- Pekanbaru.

Pengelolaan kolaborasi adalah suatu bentuk pengelolaan kawasan konservasi yang berbasis pola kemitraan dan partisipasi berbagai pihak dalam pengelolaan sumber daya alam kawasan tersebut dengan pembagian wewenang, peran, dan tanggung jawab yang setara. Tujuan dari pengelolaan kolaborasi ini adalah agar kegiatan pengelolaan sumber daya alam sebagai hak dan kewajiban masyarakat merupakan gerakan masyarakat dalam arti luas sehingga antara program pemerintah dengan gerakan masyarakat dalam pengembangan kawasan konservasi merupakan gerakan terpadu.

Setelah melewati rangkaian pertemuan yang panjang yang berawal dari April 2004 akhirnya pada tanggal 3 Juni 2005 lewat suatu lokakarya, para pihak yang terdiri dari pemerintah tingkat pusat, provinsi dan kabupaten, perusahaan, perguruan tinggi dan Forum Masyarakat Tesso Nilo bersepakat membentuk suatu wadah pengelolaan kolaborasi yang berbentuk yayasan dengan visi "Terwujudnya Taman Nasional Tesso Nilo yang memiliki fungsi optimal yang dikelola secara partisipatif menuju masyarakat sejahtera". Struktur yayasan yang dibentuk tanggal 25 April 2006 terdiri dari tiga badan yaitu Badan Pembina, Pengurus, dan Pengawas, dimana Gubernur Riau, H. M Rusli Zainal duduk sebagai ketua di Badan Pembina.

H. M. Rusli Zainal mengatakan "Dengan dibentuknya pengelolaan kolaborasi Taman Nasional Tesso Nilo diharapkan dapat mensinergikan kegiatan-kegiatan yang ada dari tiap pemangku kepentingan di Taman Nasional Tesso Nilo untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar sehingga kegiatan pembalakan liar dan perambahan dapat dieliminir." Lebih jauh Rusli Zainal mengharapkan bahwa paradigma pengelolaan kolaborasi ini nantinya dapat diadopsi bagi pengelolaan kawasan konservasi lain di Riau.

Sementara itu Direktur Eksekutif Yayasan WWF Indonesia, Dr. Mubariq Ahmad mengatakan "WWF menyambut baik terbentuknya YTNTN untuk pengelolaan kolaborasi Taman Nasional Tesso Nilo. Saat ini,WWF tengah mengembangkan mekanisme trust fund bagi pengelolaan Taman Nasional Tesso Nilo dimana YTNTN diharapkan menjadi bagian dari mekanisme trust fund tersebut dalam rangka meningkatkan pengelolaan TNTN dan mensejahterakan masyarakat sekitar TNTN."

Peresmian Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo yang dihadiri oleh Menteri Kehutanan dan beberapa pejabat pemerintahan tingkat pusat dan daerah, dan pihak perusahaan terkait akan ditandai dengan penandatanganan prasasti YTNTN.


Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
Anggota Badan Pengurus Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo : Sri Mariati (08127567765)

Comments

blog comments powered by Disqus