Davina Ajak Publik untuk Peduli Terhadap Asal-Usul Kosmetik yang Dipakai | WWF Indonesia

Davina Ajak Publik untuk Peduli Terhadap Asal-Usul Kosmetik yang Dipakai



Posted on 08 December 2016   |  
Davina Veronica dalam konferensi pers kolaborasi Galeries Lafayette & WWF-Indonesia (25/11/2016).
Davina Veronica dalam konferensi pers kolaborasi Galeries Lafayette & WWF-Indonesia (25/11/2016).
© WWF-Indonesia/ Saipul SIAGIAN
Oleh: Natalia Trita Agnika
Kolaborasi WWF-Indonesia dan Galeries Lafayette dalam #TogetherPossible for a Living Planet menghadirkan 15 jendela di Galeries Lafayette di Pasific Place yang menampilkan satwa-satwa terancam punah di dunia dan di Indonesia. Kolaborasi tersebut juga terwujud melalui berbagai kegiatan menarik bertema lingkungan hidup yang melibatkan beberapa kolaborator yang akan berlangsung selama satu bulan hingga 25 Desember 2016.

Salah satu kolaborator yang terlibat adalah Davina Veronica. Suporter Kehormatan WWF-Indonesia ini sudah sejak lama memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup dan menjadi pejuang satwa. Sebagai sosok yang sudah lama berkecimpung di dunia fashion dan modeling, Davina memiliki pandangan khusus terhadap konservasi. Menurutnya, semua aktivitas yang dilakukan oleh manusia, sekecil apapun, pasti akan memberikan dampak satu sama lain karena semuanya saling terhubung. “Para pelaku industri fashion juga harus aware bahwa bahan apapun yang digunakan dalam produknya, harus tahu dari mana asalnya dan apa efeknya bagi Bumi,” tuturnya dalam konferensi pers yang digelar di Galeries Lafayette pada Jumat (25/11).

[Baca juga: Kolaborasi WWF-Indonesia dan Galeries Lafayette dalam #TogetherPossible: for a Living Planet]

Pengalaman Davina mengunjungi habitat asli orangutan membuatnya makin peduli terhadap asal-usul barang yang dikonsumsinya, salah satu contohnya adalah produk kosmetik. “Minyak sawit itu turunannya banyak, nggak hanya minyak goreng dan mentega. Kosmetik yang kita pakai sehari-hari banyak yang menggunakan minyak sawit, seperti lotion, lipstik, dan masih banyak lagi,” jelas Davina mengomentari banyaknya konversi hutan menjadi perkebunan sawit yang membuat orangutan makin terdesak.

Di hadapan media, Davina kembali mengingatkan bahwa orangutan memiliki peranan yang sangat penting bagi ekosistem. Sebagai penyebar biji-bijian, orangutan membantu meregenerasi hutan. “Orangutan makan biji-bijian dalam jumlah yang banyak. Saat makan, banyak biji yang terbuang. Nah, biji-biji tersebut akan tumbuh menjadi pohon dan membantu hutan untuk beregenerasi,” tambahnya.

[Baca juga: Orangutan]

Menyelamatkan orangutan dapat dilakukan dengan menyelamatkan habitatnya, yaitu hutan.  Menggunakan produk yang diambil dari bahan yang tidak merusak hutan merupakan salah satu caranya. Karena itu, dalam kolaborasi WWF-Indonesia dan Galeries Lafayette, Davina akan berbagi kepada generasi muda melalui kegiatan Beauty Class dan sharing tentang orangutan. Harapannya, generasi muda dapat lebih peduli terhadap lingkungan hidup, mulai dengan menanyakan asal-usul kosmetik yang dipakai sehari-hari serta mendorong produsen untuk menyediakan produk bersertifikat ramah lingkungan.

“Kita  semua memiliki peran untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Untuk yang ingin tahu kegiatan Beauty Class sambil mengobrol tentang orangutan dan kelapa sawit, silakan datang ke Galeries Lafayette pada Sabtu (10/12/2016),” ajaknya.
 
Davina Veronica dalam konferensi pers kolaborasi Galeries Lafayette & WWF-Indonesia (25/11/2016).
Davina Veronica dalam konferensi pers kolaborasi Galeries Lafayette & WWF-Indonesia (25/11/2016).
© WWF-Indonesia/ Saipul SIAGIAN Enlarge
Para kolaborator di jendela Galeries Lafayette.
Para kolaborator di jendela Galeries Lafayette.
© WWF-Indonesia/ Indra PURWANTO Enlarge
Foto bersama dalam Press Conference Peluncuran Kampanye #TogetherPossible bersama Galleries Lafayette
© WWF-Indonesia/Saipul Siagian Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus