Pembekalan Calon Pemimpin Komunitas Lingkungan Bersama Panda Mobile | WWF Indonesia

Pembekalan Calon Pemimpin Komunitas Lingkungan Bersama Panda Mobile



Posted on 11 January 2018   |  
Panda Mobile di kegiatan Sharp Greenerator Desember 2017.
Panda Mobile di kegiatan Sharp Greenerator Desember 2017.
© WWF-Indonesia
Oleh: Pratama Aditya Haryanto (Koordinator Panda Mobile)
Sharp Greenerator kembali membuka babak baru dalam perjalanan komunitas mereka. Pada Senin (18/12) yang lalu, komunitas yang beranggotakaan murid-murid terpilih dari beberapa sekolah menengah atas di Bogor tersebut melakukan pemilihan ketua. Untuk mendapatkan pemimpin komunitas yang berkualitas dan berwawasan lingkungan, komunitas yang digawangi oleh PT Sharp Electronics Indonesia tersebut menggandeng beberapa organisasi untuk memberikan pembekalan, di antaranya WWF-Indonesia, BOSF (Borneo Orangutan Survival Foundation), Komunitas Trashi, dan Yayasan Terangi.

[Baca juga: Mempelajari Potensi Energi Terbarukan di Hutan Kota Sangga Buana bersama Panda Mobile]

Bertempat di Cico Resort Bogor, kegiatan pembekalan untuk calon ketua Sharp Greenerator berlangsung menarik. Narasumber dari berbagai organisasi lingkungan memberikan sharing knowledge kepada para kandidat. Dalam kesempatan tersebut, WWF-Indonesia yang diwakili tim Panda Mobile, yaitu Sani Firmansyah (Supporter Center Officer), menyampaikan materi tentang energi terbarukan dan kampanye #BeliYangBaik. Sani menyampaikan tentang pentingnya melestarikan lingkungan. “Karena semua hal kecil yang kita lakukan selalu berkaitan dengan alam, jadi kita sudah seharusnya melestarikan alam ini untuk masa depan yang lebih baik,” ucap Sani.

[Baca juga: Panda Mobile WWF-Indonesia Ajak Greenerator untuk Lestarikan Alam]

Usai kegiatan sharing knowledge, para peserta diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab kepada narasumber. Banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh para anggota Sharp Greenerator, salah satunya mengenai kelapa sawit. “Sektor kelapa sawit adalah salah satu sektor yang harus diperbanyak karena uang yang dihasilkan dari kelapa sawit tidak sedikit. Mengapa harus dibatasi?” tanya salah satu anggota Sharp Greenerator.

Secara bergantian, Tia dari BOSF dan Sani dari WWF-Indonesia menjelaskan dari sisi lain, mengapa lahan kelapa sawit tidak seharusnya diperluas dan mengapa konversi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit dapat mengganggu ekosistem yang ada. Setelah sesi diskusi, para narasumber diminta untuk turut serta menuliskan harapan untuk bumi yang lestari pada selembar karton yang disediakan. Sebelumnya, para anggota Sharp Greenerator sudah menuliskan harapan mereka dan menempelkannya di dinding. Ada yang memiliki harapan terkait energi, ada yang fokus untuk satwa, serta ada yang fokus untuk sampah dan sanitasi.

Rangkaian pemilihan ketua Sharp Greenerator kemudian dimulai. Para kandidat menyampaikan visi dan misi, kampanye, dan rencana yang akan dilakukan ketika menjadi ketua dari komunitas anak-anak muda pecinta lingkungan tersebut di hadapan narasumber dan anggota Sharp Greenerator yang lain.  Setelah melewati proses yang panjang, dari tiga kandidat calon ketua, terpilihlah Prima Yulina sebagai ketua Sharp Greenerator 2018. Harapannya, ketua yang baru dapat menggerakkan lebih banyak anak muda yang lebih berkontribusi untuk pelestarian lingkungan.
Panda Mobile di kegiatan Sharp Greenerator Desember 2017.
Panda Mobile di kegiatan Sharp Greenerator Desember 2017.
© WWF-Indonesia Enlarge
Panda Mobile di kegiatan Sharp Greenerator Desember 2017.
Panda Mobile di kegiatan Sharp Greenerator Desember 2017.
© WWF-Indonesia Enlarge
Panda Mobile di kegiatan Sharp Greenerator Desember 2017.
Panda Mobile di kegiatan Sharp Greenerator Desember 2017.
© WWF-Indonesia Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus