Panda Mobile Kenalkan Hidroponik di SD Jubilee | WWF Indonesia

Panda Mobile Kenalkan Hidroponik di SD Jubilee



Posted on 06 February 2018   |  
Panda Mobile di SD Jubilee (24/01/2018).
Panda Mobile di SD Jubilee (24/01/2018).
© WWF-Indonesia/ Dimas Prasetya
Oleh: Vivian (Volunteer Panda Mobile)
 
Setiap kali mendapatkan undangan dari sekolah, Panda Mobile selalu berusaha mengajak para siswa untuk mengaplikasikan secara langsung pengetahuan tentang lingkungan hidup melalui kegiatan yang menarik. Kali ini, dalam rangka menanggapi undangan dari SD Jubilee yang berada di bilangan Sunter, Jakarta Utara, Panda Mobile mengenalkan hidroponik kepada para siswa dan mengajak mereka untuk mempraktikkannya.
 
[Baca juga: Cara Mengundang Panda Mobile]
 
Berlangsung pada Rabu (24/01) yang lalu, siswa kelas 5 dan 6 SD Jubilee mendapatkan informasi tentang hidroponik, menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Mereka membuat media tanam dari botol plastik bekas yang biasanya dibuang ke tempat sampah. “Jadi sampah botol plastik yang ada di sekitar kita bisa diolah kembali menjadi barang yang bermanfaat, seperti hidroponik yang kita lakukan,” jelas Sani Firmansyah, Supporter Center Officer WWF-Indonesia.
 
Para siswa sangat antusias melakukan kegiatan tersebut. Banyak pertanyaan yang dilontarkan kepada volunteer Panda Mobile. “Kak, apakah kita bisa menanam pohon jambu dengan teknik hidroponik?” tanya Marco, siswa kelas 5 SD. “Karena pohon jambu cukup besar, jadi sebaiknya di tanah saja. Untuk mencoba hidroponik, bisa menanam tanaman sayur,” jawab Sani.
 
Siswa kelas 6 SD kemudian melakukan pengamatan air dengan menggunakan fasilitas laboratorium air milik Panda Mobile dengan didampingi oleh para volunteer. Para siswa diajarkan bagaimana cara melihat bakteri yang ada di air melalui mikroskop. Volunteer Panda Mobile kemudian menjelaskan kepada anak-anak tentang pentingnya air dan menjaga lingkungan karena semua manfaatnya akan kembali pada manusia. Suasana makin menghangat saat para siswa diajak bermain sekaligus mengenal satwa endemik Papua melalui permainan “Jelajah Papua”. “Kak, aku baru tahu ada kura-kura moncong babi!” teriak salah satu siswa SD Jubilee.
 
Kegiatan yang tak kalah menarik juga dilakukan oleh siswa kelas 1-4 SD. Mereka mendengarkan dongeng yang dibawakan oleh Kak Ryan tentang satwa di laut dan mengapa habitatnya perlu dilindungi. “Jadi adik-adik, kalau lagi main ke pantai jangan buang sampah sembarangan ya karena sampah yang ada di laut bisa termakan penyu dan membuatnya mati,” pesan Kak Ryan saat berdongeng.
 
Pada akhir kegiatan, para siswa diajak untuk menuangkan ide-ide mereka untuk merefleksikan apa yang mereka dapatkan dalam kegiatan hari itu. “Saya berterima kasih kepada tim Panda Mobile yang sudah berbagi informasi di Sekolah Jubilee melalui aktivitas yang menyenangkan tadi. Semoga anak-anak kami dapat lebih peduli dengan lingkungan sekitar,” tutur Mamta, salah seorang guru SD Jubilee.
 
Para siswa berjanji untuk menjaga lingkungan yang merupakan habitat satwa dan manusia. Nilai-nilai yang tertanam pada para siswa SD Jubilee ini diharapkan dapat berdampak positif pada lingkungan sekitar. Kegiatan Panda Mobile ini juga diharapkan menjadi awal dari kolaborasi Panda Mobile dengan SD Jubile di masa mendatang.
 
Panda Mobile di SD Jubilee (24/01/2018).
Panda Mobile di SD Jubilee (24/01/2018).
© WWF-Indonesia/ Dimas Prasetya Enlarge
Panda Mobile di SD Jubilee (24/01/2018).
Panda Mobile di SD Jubilee (24/01/2018).
© WWF-Indonesia/ Dimas Prasetya Enlarge
Panda Mobile di SD Jubilee (24/01/2018).
Panda Mobile di SD Jubilee (24/01/2018).
© WWF-Indonesia/ Dimas Prasetya Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus