KUMBANG Nasional EARTH HOUR 2018 | WWF Indonesia

KUMBANG Nasional EARTH HOUR 2018



Posted on 10 February 2018   |  
KUMBANG Earth Hour bertujuan untuk membangun komunitas yang kuat, strategis, dan cepat tanggap terhadap kondisi lingkungan hidup di kota masing-masing.
© WWF-Indonesia/Dissy Eka Pramudita
Oleh: Galih Aji Prasongko

Cianjur, Februari 2018. Dimulai sebagai sebuah kampanye simbolis di Sydney (Australia) pada tahun 2007 dan di Jakarta (Indonesia) pada tahun 2009, Earth Hour telah berkembang menjadi gerakan akar rumput terbesar di dunia, untuk isu lingkungan yang berfokus pada perubahan iklim. Selama satu dekade Earth Hour telah berhasil memobilisasi jutaan orang untuk aksi penyelamatan iklim di 187 negara dan wilayah. Di Indonesia sendiri pada tahun 2017, Earth Hour di dukung oleh 67 kota dan digerakkan oleh 1500 volunteer aktif serta didukung oleh 2 juta pendukung melalui aktivasi digital.

Untuk 3 tahun ke depan, secara Global Earth Hour akan fokus pada pencapaian CBD Aichi Target 1 yang menyatakan bahwa pada tahun 2020, terbangun sebuah kesadaran publik akan nilai keanekaragaman hayati sekaligus mengambil tindakan untuk menjaga kelestariannya dengan pesan utama #Connect2Earth. Melaui pesan yang sama di Indonesia fokus Earth Hour 2018- 2020 adalah menjadikan perubahan iklim dan Keanekaragaman hayati sebagai isu utama, dengan menggerakan jutaan anak muda dalam aksi perubahan gaya hidup dan pola konsumsi yang bertanggung jawab.

Dalam rangka mempersiapkan rencana untuk satu dekade Earth Hour di Indonesia , pada tanggal 1-5 Februari 2018 dilaksanakan KUMBANG Earth Hour 2018. KUMBANG Earth Hour merupakan momen berbagi, memicu semangat kepemimpinan, & meningkatkan kapasitas para voluntir aktif (disebut juga Champions) kampanye Earth Hour di Indonesia. KUMBANG Earth Hour bertujuan untuk membangun komunitas yang kuat, strategis, dan cepat tanggap terhadap kondisi lingkungan hidup di kota masing-masing. Di setiap tahunnya, perwakilan akademisi, komunitas, media massa, korporasi, pemerintahan berkumpul dengan para voluntir aktif Earth Hour Indonesia yang berusia 18 – 25 tahun dari berbagai latar belakang untuk saling membangun membuat strategi kampanye secara nasional.

KUMBANG EH 2018 yang  berlokasi di Cianjur, Jawa Barat diikuti oleh 49 orang yang merupakan perwakilan dari 29 kota perwakilan komunitas Earth Hour, 5 Kota perwakilan Marine Buddies, 2 Kota perwakilan program ESD. Selama kurang lebih 4 hari & 4 malam semua peserta terlibat dalam diskusi mengenai implementasi terkait aktifitas kampanye Earth Hour yang akan dilaksanakan sejak 2018-2020.
 
KUMBANG EH 2018 menghasilkan sebuah komitmen utama yaitu “Menggerakkan kesadaran lebih dari 2 juta anak muda dalam aksi perubahan gaya hidup hijau dan pola konsumsi yang bertanggung jawab serta berkelanjutan di 2020”, melalui 5 rencana aksi nasional:

1.    Mendorong komitmen aksi 9 kampus di 9 kota untuk mengimplementasi gerakan #beliyangbaik
2.    Melanjutkan gerakan #sejutaaksi sekaligus mendorong terciptanya kawasan bebas sampah di 31 Kota di Indonesia
3.    Melakukan program penanaman mangrove di 10 titik di Indonesia
4.    Menginisiasi program lingkungan di 310 sekolah diseluruh Indonesia
5.    Menggerakkan 100 kota untuk mendukung Earth Hour di 24 Maret 2018

Melalui rencana aksi tersebut diharapkan dapat mendorong terjadinya berbagai inisiatif yang mampu menggerakkan partisipasi publik untuk pencapaian konservasi di masa depan.
 

 
KUMBANG Earth Hour bertujuan untuk membangun komunitas yang kuat, strategis, dan cepat tanggap terhadap kondisi lingkungan hidup di kota masing-masing.
© WWF-Indonesia/Dissy Eka Pramudita Enlarge
Selama satu dekade Earth Hour telah berhasil memobilisasi jutaan orang untuk aksi penyelamatan iklim di 187 negara dan wilayah.
© WWF-Indonesia/Dissy Eka Pramudita Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus