Seruan Panjang Orangutan | WWF Indonesia

Seruan Panjang Orangutan



Posted on 05 October 2018   |  
Orangutan Borneo, Heart of Borneo, Central Kalimantan, Sebangau, Bukit Baka Bukit Raya
Orangutan in the corridor
© WWF-Indonesia/Central Kalimantan
Oleh: Natalia Trita Agnika
 
Orangutan adalah satu-satunya kera besar yang ada di Asia dan hanya dapat ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Kera besar lainnya yaitu gorila, simpanse, dan bonobo hidup di Afrika. Keberadaan orangutan di alam liar sangat penting. Di hutan, orangutan membantu menyebarkan biji tanaman. Setelah memakan buah, mereka akan mengeluarkan bijinya bersama kotoran. Biji tersebut menjadi cepat tumbuh setelah melewati saluran pencernaan orangutan. Pergerakan orangutan mengakibatkan biji-biji tersebut menyebar ke tempat yang luas. Bila jatuh ke tanah yang subur, biji akan tumbuh menjadi pohon baru.
 
Tak hanya itu, orangutan juga membantu pertumbuhan pohon baru. Melalui perilakunya yang sering mematahkan dahan pohon dan mengambil daun-daunan ketika makan atau membuat sarang, bagian atas pohon menjadi terbuka. Hal ini akan membuat sinar matahari dapat menyeruak hingga sampai ke permukaan tanah. Pohon-pohon kecil pun akan mendapat sinar matahari dan tumbuh dengan cepat.
 
[Baca juga: Menjaga Kelestarian Orangutan Demi Keberlangsungan Hutan]
 
Ada satu ciri khas orangutan, terutama orangutan jantan, yaitu kemampuan untuk mengeluarkan seruan panjang atau long call. Seruan panjang merupakan suara yang dikeluarkan berulang-ulang dan dapat terdengar dari jarak jauh. Orangutan jantan dewasa dapat membuat seruan panjang. Hal itu dapat terjadi karena orangutan jantan dewasa memiliki kantong tenggorokan besar yang dapat mengembang.
 
Suara seruan panjang orangutan sangat keras dan mampu terdengar hingga satu kilometer. Biasanya orangutan jantan selalu mengeluarkan long call untuk menarik perhatian orangutan betina pada saat musim kawin.  Long call juga dikeluarkan untuk menandai wilayah kekuasaan. Apabila ada orangutan jantan mendekat ke wilayah orangutan jantan lain, maka bisa terjadi perkelahian.  Orangutan jantan remaja belum punya kemampuan long call.
 
Ada lagi suara orangutan yang disebut “kiss squeak”. Suara ini bisa dikeluarkan oleh orangutan jantan maupun betina. Suaranya yang terdengar seperti kecupan nyaring tersebut akan dikeluarkan bila sedang gelisah, biasanya karena ada orangutan lain atau predator atau manusia yang berusaha mendekati wilayahnya.
 
Lalu bagaimana dengan orangutan yang lebih muda? Suara seperti apa yang mereka keluarkan? Seperti bayi manusia, bayi orangutan juga bisa menangis. Sedangkan orangutan anak berteriak sambil melemparkan sesuatu. Orangutan remaja mampu membuat suara panjang menyerupai bunyi “grumph” yang dapat didengar hingga 300 meter di dalam hutan.
 
Menarik, ya? Seruan panjang itu akan terdengar indah berpadu dengan suara satwa lainnya di habitat aslinya. Artinya, seruan panjang orangutan akan terus terdengar bila orangutan memiliki kesempatan hidup yang panjang, yaitu hidup bebas di hutan. Mari kita pastikan orangutan dapat berumur panjang dengan menjadi ORANGUTAN WARRIOR.
Orangutan Borneo, Heart of Borneo, Central Kalimantan, Sebangau, Bukit Baka Bukit Raya
Orangutan in the corridor
© WWF-Indonesia/Central Kalimantan Enlarge
Orangutan, central kalimantan, heart of borneo, Sebangau national park, okta simon
An orangutan spotted in Sebangau National Park, Central Kalimantan
© WWF-Indonesia/Okta Simon Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus