Badak | WWF Indonesia

Badak



Posted on 01 November 2018   |  

Badak merupakan satwa yang terancam punah di dunia. Dua dari lima spesies badak di dunia hidup di Indonesia. Spesies pertama adalah Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), satu-satunya badak Asia yang memiliki dua cula. Badak ini juga merupakan kerabat dekat badak purba dan cenderung lebih berambut daripada spesies badak lainnya. Spesies lainnya yang bertahan di hutan Indonesia adalah Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Berbeda dengan kerabatnya, Badak Jawa hanya memiliki satu cula.  Kedua spesies ini bertahan dari ancaman kepunahan akibat penyempitan habitat, penyakit menular, hingga perburuan ilegal.
 
Kedua spesies tersebut menyandang status Kritis (Critically Endangered/CR) dalam Daftar Merah IUCN, sebuah lembaga konservasi internasional dan satwa dilindungi dalam UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Itu tandanya, kedua spesies ini tidak boleh disakiti, dibunuh, dipelihara, atau pun diperdagangkan. Bila hukum ini dilanggar, maka pelakunya akan dijerat hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp.100 juta.
 
Sama halnya seperti gajah yang diburu gadingnya, badak diburu untuk diambil culanya untuk dijual ke pasar gelap. Perdagangannya bahkan hingga ke internasional dan ini merupakan tindak kejahatan transnasional. Cula badak dipercaya sebagai obat tradisional yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, padahal hal tersebut tidak terbukti secara ilmiah. Cula badak tersusun dari zat keratin sama halnya seperti kuku dan rambut manusia sehingga tidak memiliki khasiat apa pun.

Comments

blog comments powered by Disqus