Kura-kura Moncong Babi | WWF Indonesia

Kura-kura Moncong Babi



Posted on 02 November 2018   |  

Kura-kura moncong-babi (Carettochelys insculpta) yang merupakan satwa endemik Papua. Persebaran kura-kura moncong babi mencakup wilayah Australia, Papua Nugini, dan Provinsi Papua. Berbeda dari spesies kura-kura air tawar pada umumnya dimana rata-rata menggunakan kaki sebagai alat gerak, hewan yang memiliki berat mencapai lebih dari 20kg ini menggunakan kaki sebagai sirip. 
Secara ekologis, Kura-Kura Moncong Babi berperan penting untuk keberlangsungan ekosistem, yaitu sebagai polinator air melalui kotorannya (feses). Sehingga membuat spesies ini turut membantu pelestarian tumbuhan-tumbuhan di pesisir pantai yang bermanfaat sebagai sabuk hijau penahan abrasi dan banjir. 

Jumlah populasi kura-kura moncong babi yang terus menurun karena maraknya perburuan spesies ini untuk dikonsumsi dagingya menjadi makanan dan dipercaya sebagai obat, padahal satwa ini berstatus dilindungi dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Hal ini tentu menjadi ancaman serius bagi populasi spesies ini di alam dan dapat membawanya ke ambang kepunahan. Mengingat, siklus pertumbuhan dan perkembangbiakannya yang sangat lambat, yakni membutuhkan waktu sekitar 20 tahun hingga mencapai kura-kura dewasa.

Comments

blog comments powered by Disqus