Peresmian UU Perlindungan Pari Manta di Indonesia | WWF Indonesia

Peresmian UU Perlindungan Pari Manta di Indonesia



Posted on 27 February 2014   |  
Acara Launching dan Talkshow di Kantor KKP
© WWF-Indonesia / Ranny Ramadhani
Oleh Ranny Ramadhani

Kini dua jenis pari manta yaitu Manta alfredi (reef manta) dan Manta birostris (oceanic manta) telah dilindungi secara penuh. Perlindungan penuh tersebut termuat dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 4 Tahun 2014 Tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Pari Manta, yang diluncurkan Senin lalu (24/2). Banyak praktisi konservasi dan peneliti yang hadir di acara peluncuran ini, seperti perwakilan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), LSM nasional dan internasional, serta media.

Selain peluncuran, diadakan juga talkshow mengenai seluk-beluk proses perlindungan pari manta, seperti pentingnya manta dalam kondisi hidup dapat menghasilkan pemasukan sampai 90 kali lipat dibandingkan dengan pari manta yang mati yang kemungkinan dijual hanya Rp 1.000.000 saja. Pari manta bisa menjadi penarik perhatian pecinta wisata bawah laut sehingga dapat menambah devisa sektor wisata.

Pari manta (manta rays) sendiri hanya terdapat 2 spesies, yaitu Manta alfredi (reef manta) dan Manta birostris (oceanic manta) yang merupakan ikan bertulang rawan yang memiliki besar hingga kurang lebih 6 meter. Pari manta terdapat di beberapa perairan di Indonesia, seperti di Pulau Weh, Derawan, Bali, Kepulauan Komodo, Kepulauan Raja Ampat, dan juga perairan lain yang merupakan jalur migrasi dari hewan yang beratnya dapat mencapai ribuan kilo ini. Menurut peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan – Kementerian Kelautan dan Perikanan (Litbang – KKP), Pak Dharmadi, dalam 10 tahun terakhir penurunan jumlah pari manta bisa mencapai 30%. Beberapa daerah di Indonesia, seperti Tanjung Luar (Lombok) dan Larantuka biasa mengambil insang pari untuk obat yang kemudian diekspor ke China dan Taiwan. Selain itu kulit pari manta juga digunakan untuk membuat dompet dan kerajinan yang lain. Tubuhnya pun terkadang dikonsumsi untuk makanan sehari-hari. Pari manta bisa hidup sampai 40 tahun dan hanya bisa menghasilkan 1 juvenil pari manta setiap 2-5 tahun. Jadi untuk setiap manta kira-kira hanya bisa melahirkan 8-10 manta selama siklus hidupnya. Oleh karena itu, memang sudah selayaknya pari manta dilindungi di Indonesia.

WWF-Indonesia yang juga hadir dalam launching perlindungan pari manta kemarin, ke depannya akan mendukung adanya upaya penelitian, pengembangan teknologi mitigasi bycatch, pengaturan wilayah di dalam mekanisme Marine Protected Area for Fisheries (MPA for Fisheries), maupun konektivitas antarwilayah MPA dalam menjamin kesehatan ekosistem atau habitat pari manta. Tentunya juga harus ada komitmen dari semua pihak untuk mengimplementasi pengawasan di lapangan, dan yang paling penting adalah solusi yang tepat untuk nelayan atau masyarakat pesisir yang biasa memanfaatkan pari manta untuk mata pencahariannya. Sehingga bukan hanya pari manta yang tetap lestari, masyarakat pun diharapkan tetap sejahtera.
 
Pari Manta
Salah satu jenis pari manta (manta alfredi) di TN Komodo

Comments

blog comments powered by Disqus