Lembaga Keuangan dan Investor di ASEAN Didorong Meningkatkan Penerapan Standar Keberlanjutan | WWF Indonesia

Lembaga Keuangan dan Investor di ASEAN Didorong Meningkatkan Penerapan Standar Keberlanjutan



Posted on 13 May 2015   |  
Ilustrasi: Petani sawit mencatat jumlah hasil panen
© James Morgan/ WWF-International

JAKARTA – Pihak penyedia jasa keuangan, bank dan investor di wilayah ASEAN didorong untuk mulai menerapkan integrasi aspek lingkungan, sosial dan tata kelola sebagai persyaratan pendanaan dan aktivitas finansial yang dilakukan. Ada ketertinggalan yang cukup signifikan pada penyedia jasa keuangan di ASEAN bila dibandingkan dengan lembaga-lembaga sejenis di Brazil, China, Afrika Selatan dan Hong Kong yang telah mengadopsi standar integrasi aspek lingkungan, sosial dan tata kelola dalam aktivitas finansialnya. Fakta menyebutkan bahwa dengan mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial akan memberikan pengaruh besar terhadap kestabilan dan pertumbuhan ekonomi.
 
Demikian temuan dari laporan terbaru WWF yang diluncurkan di Singapura pada 13 Mei 2015 bertajuk ‘Sustainable finance in Singapore, Indonesia and Malaysia: a Review of Financiers' ESG Practices, Disclosure Standards and Regulations. Laporan ini disusun berdasarkan penelusuran informasi yang tersedia dan dapat diakses di ranah publik dari lembaga-lembaga penyedia jasa keuangan di wilayah regional ASEAN serta investor, dengan mengambil studi kasus utama pada sektor minyak sawit, kayu, pulp and paper. Hal ini mengingat pentingnya sektor-sektor tersebut bagi ekonomi domestik dan sebagai aktor utama dalam mengelola risiko bagi hutan tropis di wilayah tersebut.
 
Lebih jauh lagi laporan ini menemukan fakta bahwa penerapan regulasi di ASEAN untuk pelaporan pengungkapan terkait peminjaman yang bertanggung jawab dan persyaratan korporasi yang berkelanjutan masih terlalu luas dan umum.
 
“Meskipun negara ASEAN terbilang tertinggal dalam penerapan pembiayaan yang bertanggung jawab, tetapi Indonesia kini berada di jalur yang mengarah kesana, hal ini ditandai oleh adanya roadmap untuk program keuangan berkelanjutan (sustainable finance) di Indonesia yang diluncurkan pada Desember 2014 oleh OJK.” jelas Budi Wardhana - Direktur  Program Kebijakan, Keberlanjutan dan Transformasi, WWF Indonesia.
 
“Agar target program pemerintah efektif, lembaga penyedia jasa keuangan, bank dan investor diharapkan berperan aktif untuk mulai mengembangkan strategi dan menerapkan integrasi aspek lingkungan, sosial dan tata kelola ke dalam perhitungan bisnisnya. Fakta menyebutkan bahwa isu lingkungan dan sosial memberikan pengaruh besar terhadap kestabilan dan pertumbuhan ekonomi,” tambah Budi.
 
-o0o-
 
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
 
Nenden N. Fathiastuti, Public Relations Manager, WWF-Indonesia
Email: nfathiastuti@wwf.or.id, Hp: +62 811 1909-148
 
Rizkiasari Yudawinata, Responsible Investment Senior Officer, WWF Indonesia
Email: Rjoedawinata@wwf.or.id, Hp: +62811 234 4343
 
Catatan untuk Editor:
 
Laporan ini disusun berdasarkan riset-riset WWF sebelumnya tentang  transformasi pasar komoditi, peran lembaga jasa keuangan dan investasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
 

  1. Making Better Production Everybody’s Business: Results of 5 years of WWF Market Transformation Work
  2. Environmental, Social, and Governance Integration for Banks: A Guide to Starting Implementation
  3. The 2050 Criteria – Guide to Responsible Investment in Agricultural, Forest, and Seafood Commodities
  4. Palm Oil Investor Review 2012
  5. Profitably and Sustainability in Palm Oil Production
 
Untuk full report bisa diunduh di: http://bit.ly/SFR_2015_Publication
Ilustrasi: Petani sawit mencatat jumlah hasil panen
© James Morgan/ WWF-International Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus