Panda Mobile Meriahkan Peringatan Hari Bumi di Fakultas Ilmu & Teknologi Kebumian ITB | WWF Indonesia

Panda Mobile Meriahkan Peringatan Hari Bumi di Fakultas Ilmu & Teknologi Kebumian ITB



Posted on 11 May 2018   |  
Panda Mobile di
Panda Mobile di "Earth Day Festival" Fakultas Ilmu & Teknologi Kebumian ITB (28/04/2018).
© Fadhil/Institut Teknologi Bandung
Oleh: Sani Firmansyah (Supporter Center Officer)
 
Seiring berjalannya waktu, Bumi yang kita tinggali ini sudah semakin tua dan rapuh. Tanpa kepedulian kita semua, Bumi yang sudah semakin tua ini kondisinya makin memprihatinkan. Kerusakan lingkungan banyak terjadi di sana-sini karena ulah manusia yang kurang peduli terhadap Bumi. Perambahan hutan secara ilegal, perburuan satwa yang dilindungi, pemakaian sumber daya alam air yang berlebihan, dan membuang sampah sembarangan merupakan beberapa contoh penyebabnya.
 
Ketika ada kesempatan untuk mengajak publik membuka mata terhadap kondisi Bumi saat ini, Panda Mobile WWF-Indonesia menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Seperti yang terjadi pada Sabtu (28/04) silam, ketika Fakultas Ilmu & Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung mengundang Panda Mobile WWF-Indonesia untuk memeriahkan peringatan Hari Bumi bertajuk “Earth Day Festival”.
 
[Baca juga: Cara Mengundang Panda Mobile]

 
Rangkaian acara “Earth Day Festival” diawali dengan parade di sekitar lingkungan kampus. Kegiatan yang berkolaborasi dengan beberapa komunitas ini juga diisi dengan berbagai pameran yang bertema lingkungan. Salah satunya tentang cara mengelola sampah. “Saya jadi lebih memahami mengapa sampah harus dipilah dan dikelola,” tutur Audrey, salah satu siswa SMA di Bandung.
 
Selanjutnya, Panda Mobile WWF-Indonesia berbagi informasi mengenai upaya konservasi yang sedang dilakukan serta berbagai tantangan terhadap kelestarian keanekaragaman hayati dan lingkungan di Indonesia. “Saat ini, lautan terancam dengan banyaknya sampah. Hal ini berbanding lurus dengan meningkatnya kerusakan ekosistem yang terjadi dan kematian dari beberapa spesies di laut,” tutur Sani, Supporter Center Officer WWF-Indonesia. “Tim WWF-Indonesia menemukan penyu yang mati dan setelah dilakukan nekropsi ditemukan banyak sampah, terutama kantong plastik. (Hal ini bisa) dikarenakan penyu tidak dapat membedakan ubur-ubur sebagai makanannya dan kantong plastik,” tambahnya.
 
“Aksi menyelamatkan Bumi ternyata sangatlah mudah dengan memulai hal kecil dari diri sendiri, seperti membuang sampah pada tempatnya. Hal tersebut dapat menjaga keberlangsungan ekosistem di Bumi ini. Semoga dengan kedatangan tim Panda Mobile WWF-Indonesia ke lingkungan kampus kami ini dapat meningkatkan kepedulian seluruh komponen kampus untuk dapat mendukung upaya konservasi yang dilakukan WWF-Indonesia,” harap Annisa Fiqih, mahasiswa Fakultas Ilmu & Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung.
Panda Mobile di
Panda Mobile di "Earth Day Festival" Fakultas Ilmu & Teknologi Kebumian ITB (28/04/2018).
© Fadhil/Institut Teknologi Bandung Enlarge
Panda Mobile di
Panda Mobile di "Earth Day Festival" Fakultas Ilmu & Teknologi Kebumian ITB (28/04/2018).
© Fadhil/Institut Teknologi Bandung Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus