Panda Mobile Ajak Siswa TK Al Bayan Tangerang untuk Lindungi Satwa Langka | WWF Indonesia

Panda Mobile Ajak Siswa TK Al Bayan Tangerang untuk Lindungi Satwa Langka



Posted on 10 December 2018   |  
Panda Mobile di TK Al Bayan, Tangerang (22/11/2018).
Panda Mobile di TK Al Bayan, Tangerang (22/11/2018).
© WWF-Indonesia/Kevin Clinton
Oleh: Kevin Clinton (Volunteer Panda Mobile) & Sani Firmansyah
 
Satwa langka merupakan hewan yang dilindungi karena sedikitnya populasi yang tersisa. Penyebabnya ada berbagai macam faktor, di antaranya adalah maraknya penebangan hutan secara ilegal yang menyebabkan hilangnya habitat asli satwa tersebut dan perburuan satwa liar secara besar-besaran untuk kepentingan atau tujuan tertentu.
 
[Baca juga: Cara Mengundang Panda Mobile]
 
Kelestarian satwa langka yang hampir punah tersebut membutuhkan upaya dari berbagai pihak untuk menjaganya. Salah satunya adalah dengan mengajak generasi penerus bangsa untuk turut menjaganya. Dalam kunjungan Panda Mobile WWF-Indonesia pada Kamis (22/11) yang lalu ke TK Al Bayan, Larangan Indah, Tangerang, para siswa diajak untuk mendukung pelestarian satwa langka. Dengan mengangkat tema “Sayangi Panda, Lindungi Satwa Langka”, tim Panda Mobile memberikan kegiatan yang berfokus pada penyebaran informasi tentang satwa langka.
 
Kegiatan dibuka dengan dongeng dari Kak Iyan mengenai kerusakan lingkungan akibat dari kebiasaan membuang sampah sembarangan yang berdampak terhadap satwa liar karena tempat tinggalnya menjadi rusak dan terganggu. “Adik-adik, buang sampah pada tempatnya udah kuno. Yuk, kita buang sampah dengan dipilah terlebih dahulu,” pungkas Kak Iyan mengakhiri ceritanya.
 
[Baca juga: Belajar Menjaga Lingkungan Bersama Panda Mobile]
 
Kegiatan dilanjutkan dengan menonton film, bermain engklek bertema “Orangutan”, bermain “Jelajah Papua”, serta mewarnai gambar satwa-satwa dilindungi yang termasuk dalam satwa payung. Sesuai dengan tema mengenai sayangi panda, kegiatan menonton film diawali dengan menonton film tentang Panda, yaitu “Baby Panda and Mom Caught on Camera”. Panda merupakan satwa dilindungi di Tiongkok yang menjadi logo WWF. Selain menonton film tentang Panda, para siswa juga diajak menonton film “Quartet at the Crossroads” yang membahas tentang penyebab punahnya satwa dilindungi.
 
Teriknya matahari tidak mengurangi semangat dan antusiasme siswa TK Al Bayan untuk berpartisipasi dalam permainan engklek dan Jelajah Papua. Mereka terus bermain meskipun harus bercucuran keringat. “Satwa di Papua ada banyak ya, Kak? Hiu paus sukanya makan apa, Kak?” tanya Rindha, salah satu siswa  TK B. Volunteer Panda Mobile kemudian menjelaskan bahwa hiu paus senang memakan plankton, berbeda dengan hiu lain yang merupakan predator di lautan. Meskipun tubuhnya besar namun hiu paus adalah satwa yang ramah.
 
Melihat kegiatan bersama Panda Mobile berjalan dengan lancar, para guru berharap Panda Mobile bisa datang kembali di lain kesempatan dengan kegiatan tematik. “Bagi kami, mengenalkan lingkungan sejak dini penting karena dengan begitu, kelak ketika dewasa, rasa kepemilikan mereka terhadap lingkungan akan tinggi,” tutur Rahma, salah satu Komite TK Al-Bayan.
Panda Mobile di TK Al Bayan, Tangerang (22/11/2018).
Panda Mobile di TK Al Bayan, Tangerang (22/11/2018).
© WWF-Indonesia/Kevin Clinton Enlarge
Panda Mobile di TK Al Bayan, Tangerang (22/11/2018).
Panda Mobile di TK Al Bayan, Tangerang (22/11/2018).
© WWF-Indonesia/Kevin Clinton Enlarge
Panda Mobile di TK Al Bayan, Tangerang (22/11/2018).
Panda Mobile di TK Al Bayan, Tangerang (22/11/2018).
© WWF-Indonesia/Kevin Clinton Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus