#XPDCMBD: Sambutan Hangat Pari Manta di Perairan Moa | WWF Indonesia

#XPDCMBD: Sambutan Hangat Pari Manta di Perairan Moa



Posted on 06 November 2015   |  
Pari Manta yang ditemui oleh Tiela dan Ubun saat melakukan pengambilan data di perairan Pulau Moa.
© WWF-Indonesia / Amkieltiela
Penulis: Amkieltiela (WWF-Indonesia)

“One, two, three, go!” Itulah kata-kata yang kami lontarkan sebelum turun ke laut bersama-sama untuk mengambil data ekologi kesehatan karang dan identifikasi ikan. Hari ini (6/11), hamparan laut biru Pulau Moa menyambut hangat kedatangan kami. Sinar matahari terang menembus hingga ke dasar laut. Misteri sejuta terumbu karang siap untuk diungkap.
 
Khusus penyelaman di titik kesepuluh survei cepat ini, selain menjadi roll master, saya juga akan mendokumentasikan lewat foto kehidupan bawah laut Maluku Barat Daya dan kegiatan pengambilan data yang dilakukan oleh Tim Ekologi.
 
Setelah memasang semua transek, untuk pertama kalinya saya melakukan renang jauh (long swim) bersama Ubun (WCS-IP) dan Indra (IPB), sementara Jefri (Seven Seas) yang akan menggulung transek-transek itu jika kami semua sudah selesai mengambil data.
 
Ditengah-tengah proses pengambilan gambar berbagai macam biota laut, tiba-tiba Ubun menarik tangan saya dan menunjuk ke arah permukaan laut. Cahaya matahari pun seketika hilang seperti ada yang menutupi. Dari kedalaman sekitar 8-9 meter, saya dan Ubun melihat seekor ikan besar, bersayap, dan berbuntut, sedang berenang bebas seperti burung yang sedang menggepakan sayapnya. Ikan itu adalah Pari Manta (Manta birostris). Setelah terdiam kagum beberapa detik, kami berdua langsung mengarahkan kamera bawah laut kami ke arah satwa eksotis tersebut dan menekan tombol jepret tanpa henti untuk mendapatkan foto sebanyak-banyaknya.
 
Selain renang jauh, melihat Pari Manta langsung di habitat alam juga merupakan pengalaman pertama saya selama beraktivitas menyelam. Selama ini, saya hanya mendengar keindahan Pari Manta dari cerita kawan-kawan saya sesama penyelam. Saat berada di bawah laut, tidak henti-hentinya saya bersyukur karena bisa bertemu dan menikmati interaksi dengan satwa langka ini. Ditambah lagi, foto-foto Pari Manta yang saya ambil juga terdokumentasikan dengan baik sehingga memudahkan bagi Tim Laut untuk melakukan identifikasi.
 
Pari Manta memiliki ciri-ciri seperti punggung berwarna hitam, dada berwarna putih dengan bercak hitam. Setiap satu individu memiliki pola bercak yang berbeda-beda. Bercak hitam inilah yang dijadikan kunci identifikasi oleh para peneliti untuk membedakan antar individu dalam satu spesies, seperti sidik jari pada manusia.
 
Sungguh penyelaman kali ini adalah salah satu pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. Saya sangat berharap, Pari Manta dan keanekaragaman hayati laut lain yang berada di Maluku Barat Daya maupun seluruh Indonesia dapat dijaga dengan baik, sehingga anak-cucu saya juga bisa melihat langsung keindahan bawah laut negeri ini dan merasakan apa yang saya rasakan hari ini. 
Pari Manta yang ditemui oleh Tiela dan Ubun saat melakukan pengambilan data di perairan Pulau Moa.
© WWF-Indonesia / Amkieltiela Enlarge
Hamparan terumbu karang menyambut Tim Laut saat melakukan pengambilan data di perairan Pulau Moa.
© WWF-Indonesia / Amkieltiela Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus