Taman Alam Schaalsee, Jerman | WWF Indonesia

Taman Alam Schaalsee, Jerman



Posted on 20 April 2010   |  
© WWF-Indonesia/Desmarita Murni
Taman Alam Schaalsee yang terbentang dari Zarrentin sampai Ratzeburg seluas 14,659 ha memiliki keunikan tersendiri karena bentang alamnya terbentuk oleh gletser dan lelehan es dari Zaman Es terakhir. Danau Schaalsee adalah danau terdalam di Jerman Utara dengan kedalaman 72m yang menjadi salah satu habitat terakhir dari ikan marane.

Selain danau air tawar terluas di Jerman yang terbentuk oleh lelehan es dari Zaman Es terakhir, juga terdapat dataran tinggi, hutan, beserta rawa dataran rendah di taman alam ini. Tepiannya ditumbuhi oleh ilalang, cyperaceae dan tumbuhan rawa lainnya. Kawasan moraine-nya ditumbuhi oleh hamparan hutan dan padang rumput dataran rendah. Disamping indah, kawasan ini juga menjadi tempat singgah dan bereproduksi bagi burung-burung rawa dan jenis burung air lainnya seperti bangau Eurasia, elang Ikan, elang Laut, Cormorant, dan berjenis angsa). Schaalsee juga menjadi rumah bagi berang-berang dan tumbuhan langka seperti anggrek fen, rumput flea, Rannoch rush dan bunga-bunga rawa lainnya.

Kawasan konservasi ini akan diterus dipertahankan dan dimanfaatkan secara lestari untuk jangka panjang karena kompleksitas dan statusnya yang nyaris alami. Perhatian akan difokuskan pada kawasan yang masih natural dengan mengurangi campur tangan manusia pada ekosistem ini. Lansekap di sekitar Groß Salitz dan Schoenwolde juga memiliki keunikan tersendiri. Bagian punggung bukit terdorong menjadi tegak di Zaman Es terakhir hingga menyerupai bendungan—dikenal bangsa Skandinavia sebagai “Oser”—adalah fenomena yang langka di kawasan Jerman Utara.

 Manusia tinggal disini sejak 1000 tahun yang lalu dan membentuk topografi kawasan ini dengan pertanian dan peternakan mereka. Rumah pertanian, kastil, dan gereja tua menjadi saksi kemakmuran generasi sebelumnya. Salah satu peninggalan berharga adalah hamparan pagar tanaman di sekitar Techin, bersama dengan sisa-sisa pohon kayu, dan daerah rawa yang telah dibentuk oleh petani pada abad ke 18.

Penggemar hiking dan pecinta lingkungan akan memperoleh pengalaman menarik disini, misalnya menyusuri Neuenkirchner Seenrinne. Jalur dengan panjang 3km ini berawal di gereja di Neuenkirchen, melalui empat tempat perhentian dan berakhir di danau Boissow.

Taman Alam di Schaalsee terletak di bekas perbatasan Jerman. Hanya dengan berjalan kaki di semenanjung Strangen dan Kirchensee anda akan kagum melihat hasil restorasi kawasan pemukiman menjadi taman alam yang asri. Pemandangan terbaik bisa diperoleh dari halaman gereja di Lassahn di bagian Lassahner dari Schaalsee dengan pulau Stintenburg dan Kampenwerder.

© WWF-Indonesia/Desmarita Murni Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus