Smart Driving, Eco Driving | WWF Indonesia

Smart Driving, Eco Driving



Posted on 21 June 2010   |  
Foto Bersama EcoDriving 7 Juni 2008
© WWF-Indonesia

Mengapa Eco Driving?

Perilaku mengemudi ekonomis dan ramah lingkungan harus menjadi pedoman berkendara, karena:

1. Hemat bahan bakar

2. Ramah lingkungan

3. Hemat biaya perawatan kendaraan

4. Tidak membuat stres pengemudi

5. Nyaman bagi penumpang.

 

Prinsip Dasar Eco Driving  

·         Pindahkan transmisi ke posisi yang lebih tinggi secepat mungkin.

Kendaraan berbahan bakar bensin atau gas perlu melakukan perpindahan transmisi sebelum 2500 Rpm.

Kendaraan bermesin disel perlu melakukan pemindahan transmisi sebelum putaran 2000 Rpm. 

·         Sedapat mungkin pertahankan kecepatan pada putaran ekonomis

Kebanyakan tenaga mesin hanya terpakai untuk akselerasi atau kecepatan tinggi. Apabila pengemudi mempertahankan kecepatan dan putaran ekonomis, maka energi yang terbuang dan boros bahan bakar dapat dikurangi. 

·         Hindari pengereman dan akselerasi yang tidak perlu

Pengereman yang tak diperlukan akan memboroskan energi, oleh karena itu hindari akselerasi yang ekstrem, kecuali dalam keadaan terpaksa. Antisipasi kondisi lalu lintas dan tidak berada di belakang mobil lain terlalu dekat dapat menghemat bahan bakar hingga 5 - 10%. 

·         Antisipasi arus lalu lintas

Mencakup:

1. Lalu lintas di depan kendaraan kita.

2. Lalu lintas arah berlawanan.

3. Lalu lintas di persimpangan.

4. Mendahului dan mundur

Untuk dapat melakukan itu, pengemudi harus:

1. Memandang kedepan sejauh mungkin

2. Kosentrasi

3. Mengerem dengan cermat

4. Hati-hati dengan kendaraan di depannya

5. Jaga jarak

6. Berusaha sebisanya mempertahankan kecepatan ekonomis

7. Beradaptasi dengan perubahan situasi

8. Mengetahui rute perjalanan

9. Memperhatikan kerusakan jalan dan kemungkinan kesalahan pengemudi lain. 

·         Memperlambat kendaraan dengan lembut

Ketika memperlambat atau menghentikan kendaraan, perlambat kendaraan dengan lembut dan persneling tetap dalam keadaan masuk.

Untuk lebih menghemat bahan bakar, dapat juga dengan menetralkan segera transmisi/menekan pedal kopling (bila tenaga mesin untuk pengereman tidak diperlukan lagi) sehingga mesin akan secepatnya kembali pada putaran ideal dan sisa energi dorong (kinetis) kendaraan dapat dimanfaatkan sampai ke posisi yang diinginkan. 

·         Mengemudi di tanjakan dan turunan

Pada jalan mendaki diperlukan tenaga mesin yang lebih besar dibandingkan dengan jalan datar.

Tergantung dari sudut tanjakan yang akan ditempuh, usahakan cara berikut ini:

1. Sesuaikan putaran mesin

2. Teknik perpindahan transmisi yang tepat dan cermat

3. Manfaatkan kecepatan kendaraan untuk menempuh tanjakan berikutnya. 

·         Matikan mesin bila tidak diperlukan

Matikan mesin sewaktu perhentian singkat; pada lintasan jalan kereta api, lampu lalu lintas, atau sedang menunggu sesuatu yang berhentinya diperkirakan lebih dari 60 detik.

Khusus untuk truk mixer; matikan mesin bila kendaraan tidak ada muatan jika diperkirakan waktu berhenti lebih dari 1 menit, misalnya saat membersihkan roda dari lumpur/tanah, waktu melapor pada pos satpam, jalan macet, dll. Ketika menghidupkan mesin kembali, jangan tekan pedal gas. 

·         Mengemudi dengan banyak belokan

Kurangi kecepatan saat mendekati belokan sampai mencapai kecepatan yang sesuai, bila perlu pengurangan kecepatan dilakukan dengan tenaga mesin atau sebisanya tanpa pengereman dan tidak menurunkan transmisi pada posisi yang lebih rendah.

Bila sering melakukan akselerasi dan pengereman mendadak dengan putaran mesin tinggi, tidak saja meningkatkan konsumsi bahan bakar dan membuat rem lebih cepat aus, juga menyebabkan kondisi kurang baik pada pengemudi. 

·         Muatan/beban

Muatan/beban adalah faktor yang mempengaruhi pemakaian bahan bakar yang utama. Penambahan beban 100 kg pada kendaraan ukuran sedang (1500 kg) akan meningkatkan konsumsi bahan bakar sekitar 6 - 7%. Kurangi beban tambahan yang tidak perlu pada kendaraan. 

·         Aerodinamis

Faktor lain yang mempengaruhi pemakaian bahan bakar adalah aerodinamis.

Makin cepat laju kendaraan maka makin besar hambatan udara yang ditimbulkan, misalnya pada kecepatan 120km/jam dapat meningkatkan sedikitnya 20% pemakaian bahan bakar. 

·         Tekanan ban

Memeriksa tekanan ban sangat lah penting agar hambatan gesek ban dapat dikurangi.

Tekanan yang tidak sesuai, misalnya kurang 25% dari spesifikasi normal dapat meningkatkan tahanan gesek sampai 10% serta memboroskan bahan bakar sebesar 2%. Tekanan ban yang terlalu rendah juga mempunyai akibat kurang baik pada jarak
pengereman.
Untuk memastikan tekanan ban, periksa sedikitnya sekali sebulan.

·         Servis berkala

Servis berkala adalah faktor yang sangat penting untuk menghemat bahan bakar, membersihkan saringan udara, serta melaksanakan pekerjaan servis rutin lainnya dengan benar. Diakhiri dengan uji emisi yang dapat membantu Anda menghemat bahan bakar. Oleh karena itu, lakukan pekerjaan servis berkala kendaraan Anda pada bengkel yang Anda percaya.

Eco-Driving Card

- Pindahkan Transmisi ke Posisi yang Lebih Tinggi Secepat Mungkin

- Pertahankan Kecepatan pada Putaran Ekonomis

- Hindari Pengereman dan Akselerasi yang tidak perlu.

- Matikan Mesin bila Memungkinkan

- Antisipasi Arus Lalu Lintas

- Servis Kendaraan Anda dengan Teratur

 

SUMBER

www.tta-international.com


Foto Bersama EcoDriving 7 Juni 2008
© WWF-Indonesia Enlarge
© WWF-Indonesia
© WWF-Indonesia

Comments

blog comments powered by Disqus