BEEP - Seri Aktivitas Bahari yang Bertanggung Jawab | WWF Indonesia

BEEP - Seri Aktivitas Bahari yang Bertanggung Jawab



Posted on 11 April 2016   |  
Best Environmental Equitable Practices: Seri Aktivitas Bahari yang Bertanggung Jawab
© WWF-Indonesia

Buku panduan ini disusun oleh tim WWF-Indonesia program pariwisata bahari yang bertanggung jawab (Responsible Marine Tourism Program) dengan dukungan sejumlah praktisi dan akademisi.

Mengapa diperlukan panduan untuk melakukan aktivitas bahari yang beratanggung jawab? Wisata bahari - seperti menyelam, snorkeling, memancing, jet-skiing, parasailing, dan lain sebagainya - merupakan kegiatan yang banyak diminati, baik dengan tujuan rekreasi maupun olahraga. Meskipun tampak tak beresiko terhadap ekosistem sekitar, sebenarnya interaksi yang dilakukan penggemar kegiatan ini berpeluang menyebabkan kerusakan. Para penyelam yang terlalu dekat dengan terumbu karang bisa saja menyebabkan patahnya karang tertentu, dan penggemar jet-skiing dengan kecepatan tinggi bisa menyebabkan stres pada spesies tertentu atau bahkan menganggu pihak lain yang beraktivitas di sekitarnya.

Contoh lain adalah maraknya kegiatan memancing untuk hobi telah membuat populasi beberapa jenis ikan maupun non-ikan di beberapa daerah pemancingan di dunia, misalnya Kepulauan Hawaii dan Karibia menurun drastis. Ini disebabkan karena para pemancing hobi memiliki target spesifik mengenai jenis ikan yang ditangkap dan berkompetisi untuk mendapatkan ikan terbesar dalam setiap pemancingan. Ikan-ikan yang dipertandingkan seringkali ikan yang memiliki fungsi penting dalam ekosistem seperti kakap, kerapu, serta ikan kakatua. Padahal menurunnya populasi ikan-ikan ini bisa menimbulkan dampak yang merugikan bagi ekosistem terumbu karang secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan panduan yang dapat digunakan oleh para wisatawan dan operator wisata dalam melakukan aktivitas bahari yang menyenangkan dan bertanggung jawab.

Informasi dalam seri ini diawali dengan penjelasan singkat mengenai isu-isu yang berkembang terkait topik dampak dari aktivitas penyelaman, snorkeling, memancing rekreasi, jet-skiing, dan parasailing. Uraian tersebut dilanjutkan dengan contoh praktik-praktik terbaik yang harus dilakukan untuk meminimalisasi dampak aktivitas kepariwisataan terhadap lingkungan, sosial budaya dan aspek ekonomi. Tak lupa, dimuat juga berbagai dampak negatif yang timbul dari setiap aktivitas kepariwisataan.

Pembaca diharapkan bisa mendapatkan gambaran mengenai jejak ekologis yang timbul dari setiap kegiatan wisata, dan selanjutnya menginspirasi pembaca untuk memutuskan, serta mengaplikasikan langkah-langkah bijak untuk mengurangi dampak negatif kegiatan wisata terhadap ekosistem laut dan sekitarnya.

Best Environmental Equitable Practices: Seri Aktivitas Bahari yang Bertanggung Jawab
© WWF-Indonesia Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus