Sahabat Orangutan | WWF Indonesia

Sahabat Orangutan



Kenali dan Jadi "Sahabat Orangutan"

Bahasa | English

Orangutan hanya ada di Sumatra dan di Borneo. Anak-anak di seluruh dunia paham bahwa Kangguru berasal dari Australia, dan Panda dari China, tetapi tidak banyak yang mengetahui bahwa Orangutan umumnya ada di Indonesia.

Fakta orangutan:

  • Orangutan bisa hidup sampai 45 tahun.
  • Orangutan dan manusia memiliki kesamaan DNA hingga 97%.
  • Ada dua jenis orangutan di dunia, yaitu orangutan Borneo (Pongo pygmaeus) dan orangutan Sumatra (Pongo abelii).
  • Orangutan tinggal di hutan tropis dan rawa-rawa.
  • Orangutan mengonsumsi buah dan daun-daunan, kulit, bunga, madu, serangga, tumbuhan merambat dan tunas dari tumbuhan.
  • Orangutan mulai berkembang biak pada umur 7 hingga 10 tahun. Orangutan merupakan satwa terancam punah dan dilarang ditangkap dan diperjualbelikan karena jumlahnya semakin sedikit.
  • Di habitat alaminya, jumlah orangutan di Borneo sekitar 23.000 dan orangutan Sumatra sekitar 12.000


Sang Pemelihara dan Penjaga Hutan

Mengapa orangutan penting bagi hutan dan manusia? Orangutan adalah pemelihara hutan.

Bagaimana cara mereka melakukannya? Orangutan membantu menyebarkan biji tanaman. Saat memakan buah, mereka mengeluarkan bijinya bersama kotoran mereka. Biji-bji itu menyebar ke tempat yang luas. Jika jatuh ke tanah subur, maka biji akan tumbuh menjadi pohon baru.

Selain itu orangutan juga membantu pertumbuhan pohon baru. Pohon membutuhkan sinar matahari. Karena hutan sangat lebat, sinar matahari terhalang sampai ke tanah. Akibatnya pohon-pohon kecil tidak mendapat sinar matahari dan terganggu pertumbuhannya. Saat makan atau membuat sarang, orangutan mematahkan dahan pohon dan mengambil daun-daunan. Bagian atas pohon menjadi terbuka sehingga sinar matahari dapat sampai di permukaan tanah.


Orangutan dalam kondisi darurat
Ancaman terhadap orangutan adalah perubahan fungsi hutan menjadi ladang atau perkebunan besar, pertambangan dan diambil kayunya. Hutan menjadi semakin sempit dan rusak. Ketersediaan makanan menjadi berkurang akibatnya banyak orangutan terpaksa memasuki ladang, kebun masyarakat bahkan perkebunan kelapa sawit untuk mencari makanan. Manusia kemudian menganggap orangutan sebagai hama. Padahal manusialah yang mengambil tempat tinggal orangutan.

Di samping itu orangutan juga terancam perburuan. Orangutan ditangkap untuk dijadikan binatang peliharaan. Memelihara orangutan sebagai binatang peliharaan di rumah bukanlah tindakan yang tepat. Karena orangutan dan manusia memiliki kesamaan DNA hingga 97% yang menyebabkannya mudah untuk saling menyebarkan penyakit.
 

Heart of Borneo
Borneo adalah salah satu dari dua – yang lainnya adalah Pulau Sumatra – dimana orangutan, gajah dan badak hidup membagi habitat yang sama. Hidupan liar lainnya di Borneo termasuk macan dahan, beruang madu, gibbon Borneo, yang tentu saja tidak ada di bagian lain selain di Borneo. Borneo adalah rumah tinggal bagi 10 spesies primate, lebih dari 350 burung, 150 reptil dan amfibi dan 15.000 lebih spesies tumbuhan.



Borneo terbagi antara Malaysia, Indonesia dan Brunei. Pada tahun 2007, pemerintah ketiga negara tersebut menandatangani deklarasi bersejarah untuk melindungi Heart of Borneo. Sebuah wilayah perbatasan, dataran tinggi hingga dataran rendah yang menyambungkan ketiga negara. WWF mendukung Malaysia, Indonesia dan Brunei untuk mengonservasi hutan hujan seluas 220.000 km2, yang hampir sepertiga luas Pulau Borneo, melalui jejaring kawasan lindung dan lahan yang dikelola secara berkelanjutan. 

Perlindungan Heart of Borneo tidak hanya memberi manfaat bagi hidupan liar. Tetapi juga diharapkan dapat membantu mengurangi kemiskinan dengan meningkatkan keamanan pangan dan air serta mempertahankan budaya masyarakat lokal dan masyarakat adat di Borneo.  Dalam jangka panjang upaya ini diharapkan dapat melindungi Pulau Borneo dari ancaman deforestasi dan dampak dari kekeringan dan kebakaran hutan/lahan.

Kunjungi WWF Heart of Borneo untuk informasi lebih lanjut mengenai Heart of Borneo Initiative.

ebook : Sang Pemelihara Hutan 
	© WWF-Indonesia
Download E-Book: Sang Pemelihara Hutan
© WWF-Indonesia
Apa aksi yang dapat Anda lakukan untuk membantu menyelamatkan orangutan?

 

  • Jangan membeli atau memelihara orangutan di rumah. Tempat tinggal orangutan adalah di hutan, bukan di rumah.
  • Mengajak orang lain di sekitar kita untuk peduli pada kelestarian orangutan.
  • Jangan beli produk yang berasal dari hutan, perkebunan kelapa sawit yang tidak dikelola dengan prinsip ramah lingkungan (berkelanjutan).
  • Batasi dan berhemat dalam penggunaan kertas dalam rangka mengurangi penebangan pohon untuk konsumsi kertas.
  • Membantu lembaga-lembaga pelestarian orangutan misalnya dengan berdonasi. wwf.id/sahabatorangutan
Donasi untuk pelestarian orangutan melalui UMB *123*50# (khusus untuk pengguna Indosat Ooredoo)