Menanam Bibit Asli Hutan Tesso Nilo, Menyelamatkan Habitat Gajah | WWF Indonesia

Menanam Bibit Asli Hutan Tesso Nilo, Menyelamatkan Habitat Gajah



Posted on 29 November 2018   |  
Edi bersama rekan-rekannya melakukan kegiatan reforestasi di Taman Nasional Tesso Nilo.
Edi bersama rekan-rekannya melakukan kegiatan reforestasi di Taman Nasional Tesso Nilo.
© WWF Japan
[BAHASA INDONESIA]
Taman Nasional Tesso Nilo adalah kawasan hutan dataran rendah berlokasi di Provinsi Riau, Indonesia dan merupakan salah satu dari 200 lokasi Ecoregions yang dimiliki WWF Global. Oleh karenanya, WWF-Indonesia senantiasa berkeinginan untuk menghubungkan hutan-hutan yang terdapat di kelima kawasan Tesso Nilo-Bukit Tigapuluh dan menjadikannya habitat yang layak bagi gajah, harimau, serta juga berbagai spesies lain yang hidup di dalamnya.

Berdasarkan hasil studi Center for Biodiversity Management, Australia i yang telah menyurvei lebih dari 1.800 plot hutan tropis di dunia menunjukkan bahwa tidak ada plot lain di dunia yang memiliki jumlah tanaman sebanyak hutan Tesso Nilo. Hal tersebut juga ditambahkan hasil studi dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang menemukan bahwa dari seluruh lokasi hutan yang ada di Pulau Sumatera, Hutan Tesso Nilo lah yang memilki jumlah spesies terbanyak dibanding hutan lainnya.

Degan kekayaan dan keanekaragaman hayati yang ada, pada tahun 2004 Taman Nasional Tesso Nilo dibuat dan diperluas dua kali lipat pada tahun 2009. Meskipun tempat ini didirikan sebagai taman nasional, area perluasannya merupakan hutan terdegradasi yang ditinggalkan oleh para industry kayu komersial. Setelahnya, perambah illegal menebangi pohon dan mengubahnya menjadi perkebunan kelapa sawit dalam skala besar dan membuat banyak spesies satwa liar kehilangan tempat tinggal.

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, WWF bersama Toyota Motor Corporation sejak 2016 melalui program “Living Asian Forest Project” telah berkomitmen untuk merestorasi kondisi hutan Tesso Nilo dengan kegiatan penanaman pohon agar dapat merehabilitasi habitat satwa liar. Program ini bertujuan untuk mempercepat transisi global menuju keberlanjutan, mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati, meningkatkan kesadartahuan tentang lingkungan serta mempercepat perubahan menuju masyarakat bebas karbon. Tidak hanya itu, program ini juga akan berupaya meningkatkan keberlanjutan sumber daya alam dan komoditas seperti kayu, kertas, sawit, dan karet alam agar ancaman deforestrasi dan kepunahan spesies dapat berkurang.
 
Dalam rangka merayakan Hari Menanam Pohon Nasional yang jatuh pada tanggal 28 September, kami ingin berbagi cerita tentang kegiatan penanaman pohon kembali yang kami lakukan di hutan Tesso Nilo. Kegiatan tersebut dimulai dari pembibitan, penanaman hingga pengecekan (monitoring) yang keseluruhannya melibatkan masyarakat sekitar/komunitas. Edi, salah satu staf WWF-Indonesia yang bertugas di Taman Nasional Tesso Nilo untuk merestorasi kondisi hutan bercerita tentang aktivitas penanaman pohon yang telah dimulai sejak 2011 silam. “Saya menanam berbagai jenis bibit asli pohon yang telah hidup di hutan ini sehingga kekayaan hutan yang hilang dapat dikembalikan kembali dengan berbagai dukungan dari warga masyarakat sekitar,” cerita Edi.

Kemudian Edi melanjutkan ceritanya tentang rangkaian aktvititas yang dijalani, mulai dari mencari bibit asli yang ada di hutan. Pencarian bibit pun bukan hal yang mudah karena Edi bersama rekannya yang lain harus berhati-hati karena banyaknya lebah, pacet, dan semut tentara yang datang menggigit. Tak hanya itu, masih ada tantangan selanjutnya, yakni menanam bibit di persemaian untuk bertumbuh dengan tinggi yang cukup.

Lebih lanjut Edi juga menjelaskan bahwa setiap bibit yang ditanam harus dirawat dengan baik dan pemeliharaannya dapat membutuhkan waktu minimal tiga tahun. “Walaupun upaya penanaman pohon ini memakan waktu yang lama dan membutuhkan perhatian ekstra, tetapi hal tersebut tidak mengurangi semangat saya dalam upaya reforestasi ini karena saya bermimpi menjaga Hutan Tesso Nilo untuk menjadi habitat yang layak bagi para Gajah,” ujar Edi.

---

[ENGLISH]

Planting Native Seeds of Tesso Nilo Forest, Saving Elephant Habitat
 
Tesso Nilo National Park is a lowland forest area located in Riau Province, Indonesia and one of 200 Ecoregions locations owned by WWF Global. Therefore, WWF-Indonesia always aims to connect the five forests within the Tesso Nilo-Bukit Tigapuluh and making it viable habitat for elephants, tigers, as well as other various species that live in it.

According to the results of a study conducted by the Biodiversity Management Center surveying more than 1,800 tropical forest plots in the world, there are no other plots in the world that had as many plants as Tesso Nilo forests. This fact was also added to the results of a study from LIPI (Indonesian Institute of Sciences) which found that of among all forest locations on Sumatra Island, it was Tesso Nilo Forest that has the highest number of species compared to other forests.

By having that richness and biodiversity, Tesso Nilo National Park was established in 2004 and expanded the area into double in 2009. Although it is designated as a national park, the expanded area was the abandoned degraded forest, where it used to be owned by a timber industry for commercial logging. After that illegal encroachers cut down trees and converted them into palm oil plantations on a large scale and make many wildlife species homeless.

To restore this condition, WWF together with Toyota Motor Corporation since 2016 through the "Living Asian Forest Project" program restores the condition of the Tesso Nilo forest with reforestation by planting new trees to rehabilitate the habitat for wild animals. The program aims to accelerating the globe’s transition to sustainability, promoting biodiversity conservation, raising environmental awareness, and accelerating the move toward a “zero carbon” society. Not only that, this program will also seek to improve the sustainability of natural resources and commodities such as wood, paper, palm oil and natural rubber so that the threat of deforestation and species extinction can be reduced.

To celebrate the National Tree Planting Day which falls on September 28, we would like to share stories about the tree-planting activities we do in the Tesso Nilo forest. The activities are carried out starting from nurseries, planting and maintenance, which it all involved the surrounding/local community. Edi, one of WWF-Indonesia's staff who served in the Tesso Nilo National Park and in charge to restore the condition of the forest tells the story of tree planting activities that began in 2011. "I plant a variety of native seedlings that have been living in this forest so that the wealth of the lost forest can be restored back with full support from the surrounding communities," said Edi.

Later Edi also continued his story about the series of activities he carried out, starts from looking for native seeds in the forest. Searching for native seeds is not an easy job because Edi and his other friends need to be extremely careful due to many bees, leeches, and army ants that come to bite. Even though they have successfully collect the seeds but plant them in a seed bed to let them sprout and grow to sufficient height is even a bigger challenge.

To sum up, Edi also explained that each seed needs to be taken care and monitored at least for 3 years. "Although this reforestation takes a long time and requires extra attention, but it does not stop my enthusiasm because my dream is to keep the Tesso Nilo Forest and make it to be a viable habitat for elephants," said Edi.


 
Edi bersama rekan-rekannya melakukan kegiatan reforestasi di Taman Nasional Tesso Nilo.
Edi bersama rekan-rekannya melakukan kegiatan reforestasi di Taman Nasional Tesso Nilo.
© WWF Japan Enlarge
Lokasi pembibitan untuk kegiatan reforestasi Hutan Tesso Nilo.
Lokasi pembibitan untuk kegiatan reforestasi Hutan Tesso Nilo.
© WWF Japan Enlarge
Edi, salah satu staf WWF-Indonesia yang bertugas di Taman Nasional Tesso Nilo untuk merestorasi kondisi hutan.
Edi, salah satu staf WWF-Indonesia yang bertugas di Taman Nasional Tesso Nilo untuk merestorasi kondisi hutan.
© WWF Japan Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus