WWF-Indonesia sahkan anggota Seafood Savers untuk pertama kalinya | WWF Indonesia

WWF-Indonesia sahkan anggota Seafood Savers untuk pertama kalinya



Posted on 26 June 2012   |  
Adriana Sanchez, Direktur Sea Delight, bersama Dr Efransjah, CEO WWF-Indonesia, sesaat setelah penandatanganan perjanjian kerjasama Sea Delight dalam skema Seafood Savers
© WWF-Indonesia / Aulia RAHMAN
Jakarta – Untuk pertama kalinya WWF-Indonesia mengesahkan keanggotaan resmi sebuah perusahaan dalam program kerjasama korporasi Seafood Savers. Sea Delight, sebuah perusahaan importir seafood beku asal Florida, Amerika Serikat menjadi perusahaan pertama yang mendapat keanggotaan resmi dalam kerjasama antar bisnis menuju perikaan berkelanjutan ini.

Seremoni pengesahan keanggotaan Seafood Savers perdana ini dilangsungkan awal Juni lalu, tepat sehari sebelum peringatan Hari Kelautan Sedunia 8 Juni 2012. “Setelah melalui sejumlah tahapan penilaian, perbaikan dan perencanaan, Sea Delight kini berhak menyandang predikat sebagai anggota Seafood Savers dan berkomitmen terhadap perbaikan bisnis dan praktik perikanan untuk mencapai bisnis perikanan yang berkelanjutan”, jelas Margareth Meutia, Senior Corporate Campaigner Program Kelautan WWF-Indonesia mewakili Sekretariat Seafood Savers.

Dengan menjadi anggota Seafood Savers, Sea Delight berkomitmen untuk menjalankan serangkaian aktivitas perbaikan perikanan terhadap rantai suplainya di Indonesia, yang mencakup penataan pengelolaan perikanan nasional, penguatan kerangka institusional, kegiatan riset, dan penguatan pemenuhan atas persyaratan perikanan berkelanjutan. Setiap langkah perbaikan ini terangkum dalam dokumen Rencana Kerja Program Perbaikan Perikanan (Fisheries Improvement Program) yang disusun oleh Tim Perikanan WWF-Indonesia bersama Sea Delight.

Penyusunan langkah-langkah perbaikan ini mengacu pada standar internasional perikanan berkelanjutan yang dikembangkan oleh Marine Stewardship Council (MSC), sertifikasi pihak ketiga untuk perikanan berkelanjutan. Tiga prinsip yang diutamakan MSC adalah keberlangsungan stok, dampak minimal terhadap ekosistem dan manajemen perikanan yang andal dan terpercaya.

Program Perbaikan Perikanan Sea Delight akan dilangsungkan di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), yaitu WPP 573 untuk perikanan tuna yang mencakup perairan Indonesia bagian Selatan dan WPP 715 di Sulawesi Tengah serta WPP 714 di Maluku Utara untuk perikanan karang. Kegiatan perbaikan perikanan tidak akan melibatkan Sea Delight saja, melainkan juga perusahaan-perusahaan supplier yang menjual ikannya kepada Sea Delight, termasuk keseluruhan rantai pengumpul hingga nelayan yang menjual ikannya kepada supplier-supplier tersebut.

Sekretariat Seafood Savers mengestimasi waktu yang dibutuhkan Sea Delight untuk memenuhi seluruh langkah perbaikan adalah lima tahun.  Namun tidak seluruh upaya perbaikan dapat dilakukan secara mandiri oleh Sea Delight. Sejumlah langkah perbaikan menuju bisnis perikanan yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan banyak pihak lain, termasuk pemerintah maupun sesama perusahaan perikanan.

“Upaya perbaikan perikanan yang dilakukan oleh Sea Delight merupakan bagian dari keseluruhan upaya perbaikan perikanan nasional yang tidak terlepas dari peran serta dan dukungan para pemangku kepentingan lainnya yang terkait”, jelas Imam Musthofa, National Fisheries Program Leader WWF-Indonesia yang menggawangi penyusunan Rencana Kerja Perbaikan Perikanan Sea Delight.

Sea Delight adalah satu dari sejumlah perusahaan yang tergabung dalam inisiatif Seafood Savers, sebuah program yang ditujukan menjadi landasan relasi antar usaha untuk mewujudkan kegiatan perikanan yang berkelanjutan. Melalui Seafood Savers, WWF-Indonesia menargetkan kerjasama dengan berbagai perusahaan yang bergerak di industri perikanan untuk mendorongkan perbaikan aktivitas perikanan dari hulu ke hilir.

“Menyadari dampak dari kegiatan perikanan yang semakin masif saat ini, perusahaan kami melihat Seafood Savers sebagai solusi demi terwujudnya perbaikan dalam bisnis perikanan. Tidak hanya untuk melindungi ekosistem laut dan segala isinya, namun juga untuk menjamin ketersediaan sumber daya laut di masa yang akan datang bagi keberlangsungan industri seafood maupun penghidupan para nelayan”, jelas Adriana Sanchez-Lindsay, Import and Sustainability Coordinator Sea Delight setelah menerima sertifikat keanggotaan resmi Seafood Savers.

Selama melalui Program Perbaikan Perikanan, Sea Delight akan mendapat pendampingan intensif dari tim teknis Seafood Savers. Perkembangan dan kemajuan upaya perbaikan yang dilakukan Sea Delight dapat dipantau lebih lanjut melalui laman situs Seafood Savers di alamat www.seafoodsavers.org.

Artikel terkait:

·         Pelaku Bisnis Perikanan Sambut Baik Inisiatif Seafood Savers

·         Pebisnis perikanan desak praktik pengelolaan ramah lingkungan


Kontak:

Margareth Meutia, Seafood Savers Senior Officer WWF-Indonesia, mmeutia@wwf.or.id

Wiro Wirandi, Seafood Savers Officer WWF-Indonesia, wwirandi@wwf.or.id 

Adriana Sanchez, Direktur Sea Delight, bersama Dr Efransjah, CEO WWF-Indonesia, sesaat setelah penandatanganan perjanjian kerjasama Sea Delight dalam skema Seafood Savers
© WWF-Indonesia / Aulia RAHMAN Enlarge
Seafood savers, sebuah inisiatif yang dibangun oleh WWF-Indonesia dalam menghadirkan produk seafood yang ramah lingkungan
© WWF-Indonesia Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus