Social Development | WWF Indonesia

Social Development



Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam, dibutuhkan solusi yang tepat dalam menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta memastikan manajemen aset alam yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Konservasi tidak bisa lagi diartikan sebagai pengelolaan kawasan konservasi  saja. Konservasi  menuju cakupan yang lebih luas yang meliputi pembangunan berkelanjutan, pengelolaan  hutan yang berkelanjutan, dan pendekatan lansekap.

Konservasi merupakan proses sosial dan politik, dan bukan hanya satu arah. Nilai sosial dan budaya mempengaruhi keputusan manajemen dalam proyek konservasi. Selain itu, inisiatif konservasi juga memegang peranan dalam lingkungan sosial ekonomi, membantu membentuk hubungan antara individu dan lingkungan hidupnya, serta mempengaruhi penghidupan mereka baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ini berarti keberhasilan konservasi erat berhubungan dengan:

  • Kemampuan untuk memahami konteks sosial-ekonomi dan dinamikanya di tempat-tempat dimana praktek dan kegiatan konservasi diterapkan
  • Kemampuan untuk mempengaruhi proses dalam membangun keadilan sosial dan pola pemerintahan yang baik dalam manajemen sumber daya alam
  • Kemampuan untuk meminimalkan efek negatif yang berimbas terhadap mata pencaharian masyarakat dimana inisiatif konservasi diimplementasikan
Tujuan dan Prioritas Kerja

Menjamin keadilan (=equity) dan pola pemerintahan yang baik dalam konservasi dengan cara membangun kesamaan konsep dan kerangka kerja serta mengintegrasikan  pola pemberdayaan masyarakat dalam program konservasi WWF-Indonesia yang meliputi:
  1. Pemerataan distribusi biaya & keuntungan(EDCB)
  2. Keadilan sosial dan pengentasan kemiskinan
  3. Pembangunan kapasitas dan pembelajaran pada tingkat nasional dan regional (LAN Asia Pacific)

Bagaimana CE Bekerja

Unit CE dan “komunitas praktisi”nya, yaitu Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat (CEWG), bekerja sama dengan para pimpinan proyek, manajer site , dan program manajer untuk memastikan adopsi dan implementasi prinsip pokok dan praktik-praktik CE agar  konservasi lebih berkeadilan.

Unit CE akan memfokuskan pada pemetaan kriteria dan metodologi di bidang  keadilan social (prinsip dalam CE), dan memperkenalkan alat-alat  yang partisipatif, pendekatan yang berbasis hak, masyarakat adat, dan perspektif gender. Unit CE juga akan melanjutkan upaya untuk mengembangkan matriks pemantauan  untuk mengkur tingkat keberhasilan dalam kegiatan sosio-ekonomi  dan dampak pada  konservasi.