Menjaga Habitat Gajah melalui Forum Sahabat Gajah | WWF Indonesia

Menjaga Habitat Gajah melalui Forum Sahabat Gajah



Posted on 08 April 2019   |  
Menghadapi sekawanan gajah yang berbondong-bondong mendatangi kebun bukan lagi hal baru bagi masyarakat Pemerihan.
© WWF-Indonesia
Oleh: Hijrah Nasir
[BAHASA INDONESIA]

Menghadapi sekawanan gajah yang berbondong-bondong mendatangi kebun bukan lagi hal baru bagi masyarakat Pemerihan. Desa yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan ini telah menjadi desa siaga dalam penanganan konflik manusia – gajah. Menurut keterangan dari masyarakat Pemerihan, sebelumnya frekuensi konflik gajah di desa itu bisa mencapai 70 – 100 kali dalam setahun. Tingginya angka konflik di desa Pemerihan telah memberikan kerugian ekonomi kepada masyarakat karena sebagian besar kebun pertanian masyarakat dirusak oleh gajah. Berdasarkan hal itu, masyarakat kemudian berinisiatif untuk melakukan pengusiran terhadap gajah secara gotong royong yang mendapat dukungan dari WWF. Masyarakat membangun menara pengintai gajah yang bisa membantu masyarakat dalam menghalau gajah ketika mendatangi kebun. Pembangunan menara pengintai ini ternyata dirasakan efektif bagi masyarakat.

Saat ini Forum Sahabat Gajah yang ada di desa Pemerihan telah mampu mengorganisir masyarakat dalam melakukan mitigasi konflik gajah – manusia dan pencegahan dini dalam menangani konflik gajah – manusia. Forum Sahabat Gajah adalah forum yang dibentuk oleh WWF bersama dengan masyarakat Pemerihan dan Balai Besar TNBBS pada 2013 dalam upaya mendorong partisipasi masyarakat Pemerihan dalam melakukan mitigasi konflik gajah – manusia yang seringkali terjadi di desa itu. Forum ini beranggotakan 20 orang. Sejak tahun 2013 – 2017, WWF dan Balai Besar TNBBS aktif melakukan pelatihan peningkatan kapasitas kepada tim Forum Sahabat Gajah untuk meningkatkan efektivitas mitigasi konflik satwa – manusia.

Sebagai habitat satwa kunci seperti gajah sumatera, Pemerihan juga menjadi salah satu lokasi program NEWTrees. Program yang didukung oleh Toyota dan WWF ini berupaya melibatkan masyarakat lokal melalui Forum Sahabat Gajah. Forum ini telah melakukan penanaman tanaman NEWTrees sejak 2014 dengan tanaman Medang (Phoebe Hunanensis), bayur (Pterospermum javanicum), dan salam (Syzygium polyanthum), pulai (Alstonia scholaris), Sungkai (Peronema canescens), dan Mentru (Schima wallichii). Pohon-pohon ini ditanam di lahan seluas 20 Ha. Selanjutnya pada tahun 2015, Forum Sahabat Gajah juga melakukan perawatan pada lokasi NEWTrees seluas 20 Ha. Saat ini total ada 40 Ha tanaman NEWTrees yang telah dirawat oleh kelompok ini.

Program restorasi yang dilakukan sejak 2014 ini telah berhasil menjadi hutan kembali dan didatangi oleh kawanan gajah Pemerihan. Bagi masyarakat Pemerihan, gajah dan hutan telah menjadi bagian dari hidup mereka. Merawat pohon berarti berinvestasi untuk kehidupan sekarang dan untuk generasi mendatang dan memastikan habitat gajah terlindungi dimana masyarakat bisa hidup berdampingan dengan gajah.

---

[ENGLISH]

Maintaining Elephant Habitats Through Forum Sahabat Gajah

Encountering a herd of elephants coming into the village is not a new situation for the community of Pemerihan. This village is directly adjacent to Bukit Barisan Selatan National Park (BBSNP) that they handle human-elephant conflicts quite often. According to the Pemerihan local community, the frequency of human - elephant conflict in the village could reach up to 70-100 times a year. The conflicts repeated in this village that it has caused economic losses to the local community. It is because most of the community's agricultural gardens were damaged by elephants. Therefore, the community took an initiative to evict elephants by the support from WWF.

The community built an elephant watch tower that it helped the community to let the elephants out of the field. The community felt that it is effective to have the tower to avoid the conflict.

Currently the Forum Sahabat Gajah in Pemerihan village has been able to organize the community to mitigate human-elephant conflict that they can prevent the conflict immediately when it happens. Forum Sahabat Gajah is formed by WWF, together with the Pemerihan community and the Bukit Barisan Selatan National Park in 2013. The purpose of the forum is to encourage Pemerihan community to participate in mitigating human - elephant conflicts that often occur in the village. This forum has 20 members. Since 2013 - 2017, WWF and the BBSNP have actively carried out capacity building training for the forum Sahabat Gajah team members, to increase the effectiveness of human - elephant conflict mitigation.

It is not only a habitat for key animals such as the Sumatran elephant, but Pemerihan village is also one of the locations of the NEWTrees (tree replanting) program. This program is supported by Toyota and WWF, to involve the local communities through the Forum Sahabat Gajah. The forum has been planting NEWTrees since 2014 with medang (Phoebe Hunanensis), bayur (Pterospermum javanicum), and salam (Syzygium polyanthum), pulai (Alstonia scholaris), sungkai (Peronema canescens), and mentru (Schima wallichii). These trees are planted on the 20 hectares area. Furthermore in 2015, Forum Sahabat Gajah also carried out maintenance at the NEWTrees site covering an area of 20 Ha. Nowadays, there are 40 Ha of NEWTrees, which have been planted by the forum.

This restoration program has been carried out since 2014, and it has succeeded to make the forest back again, as well as the herds of elephants from the village visits there.  Now the elephants and the forest has become a part of the Pemerihan community. By taking care of the  trees, it invests a new life for now and for the future generations. It ensures to protect elephant habitat where people can live in harmony with elephants.
Menghadapi sekawanan gajah yang berbondong-bondong mendatangi kebun bukan lagi hal baru bagi masyarakat Pemerihan.
© WWF-Indonesia Enlarge
Pohon-pohon ini ditanam di lahan seluas 20 Ha.
© WWF-Indonesia Enlarge
Saat ini total ada 40 Ha tanaman NEWTrees yang telah dirawat oleh kelompok ini.
© WWF-Indonesia Enlarge

Comments

blog comments powered by Disqus