Water Walk: Anak Muda Medan Diajak Lestarikan Sungai sebagai Sumber Air Bersih | WWF Indonesia

Water Walk: Anak Muda Medan Diajak Lestarikan Sungai sebagai Sumber Air Bersih



Posted on 28 April 2019   |  
Medan – WWF-Indonesia dan PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) menyelenggarakan edukasi air bersih “Water Walk” di Medan dengan mengajak seratusan anak muda berpartisipasi di Taman Cadika Pramuka, Medan Johor, Minggu, 28 April 2019.

Kegiatan “Water Walk” ini dihadiri Komunitas Earth Hour, Komunitas Marine Buddies, Komunitas Go River, mahasiswa, dan relawan HSBC Indonesia.  Acara yang dikemas dengan kegiatan diskusi tentang air, pengamatan air menggunakan fasilitas mini water lab WWF, dan aksi bersih sampah di area Taman Cadika ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga Medan tentang pentingnya air bersih.

“Water Walk” ini adalah bagian rangkaian dalam program konservasi air bersih yang dilaksanakan di wilayah tangkapan air di Sumatera. WWF sebagai organisasi konservasi independen yang senantiasa berupaya memastikan keberlangsungan sumber daya alam untuk generasi mendatang. Bersama dengan Bank HSBC Indonesia telah berkomitmen untuk bersama-sama dalam menjaga keberlanjutan dan kualitas air sebagai komponen terpenting kehidupan di Bumi.

Menurut Manager WWF-Indonesia Northern Sumatera Landscape, Dede Suhendra, Medan menjadi kota terbesar di Sumatera yang konsumsi air bersihnya cukup banyak. Untuk itu penting mengajak publik Medan untuk bersama-sama menjaga sumber air bersih seperti sungai dan hutan.

“Air merupakan sumber kehidupan yang sudah seharusnya dikelola dan digunakan dengan bijak. Saat ini kondisi banyak sungai mulai terancam dengan pencemaran limbah rumah tangga dan pabrik, pembuangan sampah dan abrasi. Kami ingin anak-anak muda Medan peduli akan pentingnya air bersih salah satunya dengan melestarikan sungai dan menerapkan hal itu dalam kehidupan mereka sehari-hari,” jelas Dede Suhendra.

“Tak hanya mendukung program konservasi air, kami juga mendorong seluruh karyawan HSBC Indonesia untuk terlibat langsung sebagai relawan.  Kami berharap karyawan kami dapat menjadi agen perubahan bagi lingkungan di sekitar mereka, terutama di dalam lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari”, ujar Nuni Sutyoko, Head of Corporate Sustainability PT Bank HSBC Indonesia.

Ia juga mengatakan bahwa hal ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan pada masyarakat untuk turut membangun masa depan yang berkelanjutan. ”Air merupakan elemen penting bagi kehidupan yang mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi. Sebagai sumber daya, air mengalami tantangan untuk memenuhi kebutuhan populasi yang kian berkembang, dengan pembangunan dan perubahan iklim yang tengah terjadi. Karenanya kami di HSBC menginvestasikan waktu dan sumber daya yang kami miliki untuk HSBC Water Programme karena air adalah vital untuk membangun masyarakat yang kuat untuk akhirnya turut membangun ekonomi di masa depan.”

Di Indonesia, HSBC telah menjalin kerja sama dengan WWF-Indonesia dalam program konservasi air sejak 2016 di Rimbang Baling dan Bandung. Kolaborasi yang baik itu kemudian berlanjut dengan program konservasi air di Koto Panjang, Riau, dan Sumatera Barat pada 2018-2020. Menyadari bahwa upaya untuk program konservasi air perlu mendapat dukungan dari semua pemangku kepentingan, WWF-Indonesia dan PT Bank HSBC mengajak berbagai pihak, termasuk diantaranya anak muda untuk turut serta berperan menjaga kelestarian air. 

Medan yang terletak di Sumatera Utara merupakan salah satu dari lima kota besar yang menjadi target penyadartahuan kegiatan ini. Kegiatan serupa yang ditujukan untuk publik pernah dilakukan di Jakarta pada Water Wise Festival (22/04/2018) yang lalu. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penyadartahuan kepada publik terkait air dan penggunaan air secara bijak serta juga membangun kesadaran masyarakat tentang arti penting air bagi kehidupan.

Air merupakan sumber kehidupan. Dari jumlah keseluruhan air di Bumi, 97% merupakan air laut dan hanya 3% yang merupakan air tawar. Namun dari 3% tersebut, 2%-nya adalah gletser/es sedangkan 1% sisanya tidak semuanya layak dikonsumsi. United Nations World Water Development juga mengungkapkan bahwa saat ini ada sekitar 1,9 miliar orang hidup di daerah yang mengalami kelangkaan sumber air. Hal tersebut diprediksi akan meningkat sekitar 3 miliar orang pada tahun 2050. Kemudian, berdasarkan data dari Earth Day Network, 90% dari miliaran sampah plastik yang mengotori lautan, danau, sungai berasal dari limbah daratan dan telah mengancam kualitas dan kuantitas air bagi manusia, tumbuhan, dan satwa liar.

                                                                - SELESAI-

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi :

•    Alina S. Pranoto ,Communications | PT Bank HSBC Indonesia | Email : alinasukmayanipranoto@hsbc.co.id | Phone.+62 21 30405389 I Mobile: +6285814717287
•    Chik Rini, Communication & Community Outreach Officer | WWF-Indonesia | Email : crini@wwf.id | Mobile: +62 811 6803 191

 

Comments

blog comments powered by Disqus