Badan Pembina | WWF Indonesia

Badan Pembina



Pia Alisjahbana (Ketua)

 
	© WWF Indonesia
Pia Alisjahbana
© WWF Indonesia
Pia Alisjahbana adalah salah satu pendiri Yayasan WWF Indonesia dan hingga saat ini duduk sebagai Ketua Badan Pembina.  Pia dikenal sebagai tokoh pers dan salah satu sosok penting dalam pertumbuhan dunia pendidikan dan gaya hidup di Indonesia. Pendidikan terakhirnya ditempuh di Universitas Cornell, Amerika Serikat, Kesusastraan Inggris Modern tahun 1963.

Saat ini, disamping menjadi Komisaris FEMINA GROUP, aktifitas lainnya adalah sebagai anggota Dewan Penyantun diberbagai lembaga yaitu antara lain Yayasan Gedung Arsip Nasional RI, Yayasan Asih Budi Sekolah Luar Biasa, American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF), Yayasan Kesenian Jakarta, Yayasan Nusantara Symphony Orchestra,  USINDO (US-INDONESIA organization), Council member dari School of Business & Management ITB, Badan Pelestarian Pusaka Indonesia, Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia, dan International council member dari Asia Society yang berpusat di New York.

Pia pernah memimpin Jurusan Inggris Fakultas Sastra, Universitas Indonesia pada tahun 60’an, kemudian menjadi Kepala Jurusan Inggris FSUI. Pia juga mendirikan program pasca sarjana Kajian Wilayah Amerika dan Pusat Kajian Amerika.  Pada tahun 1973-1985 menjadi Sekretaris Eksekutif Konsorsium Sastra & Filsafat, yang memberi masukan kepada Menteri Pendidikan & Kebudayaan mengenai keadaan 10 fakultas Sastra di Indonesia.

Arifin M Siregar

 
	© WWF Indonesia
Arifin M Siregar
© WWF Indonesia
Dr. Arifin M Siregar menjabat sebagai anggota Dewan Yayasan WWF Indonesia sejak tahun 1999 hingga saat ini.

Beliau pernah menjadi duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat (1993-1997), Menteri perdagangan (1988-1993), dan Gubernur Bank Indonesia (1983-1988). Arifin Siregar memiliki kepemimpinan dan pengalaman yang luas di bidang ekonomi dan keuangan. Sebelum menjadi Managing Director Bank Indonesia (1971-1983), Dr. Siregar adalah perwakilan Internasional Monetary Fund (IMF) di Laos (1969-1971) dan seorang ahli ekonomi dengan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Beirut, Lebanon (1963-1965), dan di New York (1961-1963).

Selain portofolionya perdagangan, yang dipegangnya dari tahun 1988 sampai 1993, ia telah bertugas di beberapa posisi terkemuka lainnya di pemerintah Indonesia. Pengalamannya mencakup berpartisipasi dalam delegasi Indonesia untuk konferensi internasional banyak termasuk Putaran GATT Uruguay organisasi perdagangan dunia dari tahun 1988 sampai 1993, APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) 1989-1993, dan ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) 1972-1993.

Dr Siregar juga menjabat sebagai Ketua Dewan Bahasa Indonesia-Bahasa Jerman, Kamar Dagang dan industri (Kadin) dan saat ini Ketua Pengurus Dewan Indonesia urusan global. Dia adalah Ketua Asosiasi ekonomi Indonesia. Dr Siregar memperoleh gelar bachelor of arts dari Belanda School of Economics, Rotterdam, pada tahun 1956 dan Master ekonomi dan gelar doktor di tahun 1958 dan 1960 masing-masing, baik dari University Munster, Jerman.

Djamaludin Suryohadikusumo

 
	© WWF Indonesia
Djamaludin Suryohadikusumo
© WWF Indonesia
Djamaludin Suryohadikusumo berperan aktif dalam kepengurusan Yayasan WWF-Indonesia sejak tahun 1998 hingga saat ini.

Lahir di Lumajang di tahun 1934, alumni Fakultas Pertanian & Kehutanan Universitas Gadjah Mada ini  purnatugas sebagai Menteri Kehutanan RI di tahun 1998 setelah mengabdi kepada negara selama 40 tahun (1958-1998).

Kecintaannya pada hutan dan kehutanan mendorongnya untuk terus bergiat dalam berbagai organisasi nirlaba. Diantaranya pernah dan masih aktif di Center for International Forestry Research (CIFOR), The Nature Conservancy  Indonesia Program (TNC), Borneo Orangutan Survival  Foundation (BOS), Yayasan Leuser Indonesia (YLI), Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI), dan masih banyak lainnya.

Abdul Rachman Ramly

 
	© WWF Indonesia
Abdul Rachman Ramly
© WWF Indonesia
Abdul Rachman Ramly menjabat sebagai Ketua kehormatan, Presiden Komisaris dan kehormatan Komisaris dari PT Astra International Tbk.  AR Ramly menjabat berbagai posisi di berbagai perusahaan-perusahaan besar termasuk Pertamina dari 1984-1988.

Karier diplomatik, AR Ramly menjabat sebagai Duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Konsul Jenderal di New York dan Hong Kong, dan wakil kepala misi dari Kedutaan Besar Indonesia di Singapura. Karir militernya diawali sejak tahun 1965. Sebelum pensiun sebagai Mayor Jenderal, ia menjabat dalam berbagai jabatan militer.

AR Ramly telah menjabat sebagai pembina Yayasan WWF Indonesia sejak tahun 1996.

Kuntoro Mangkusubroto

 
	© WWF Indonesia
Kuntoro Mangkusubroto
© WWF Indonesia
Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto MSc. adalah Kepala UKP-PPP di kabinet Indonesia Bersatu jilid 2010-2014. UKP-PPP mendukung Presiden Republik Indonesia untuk memantau pelaksanaan program pembangunan. Sempat juga memimpin gugus tugas khusus REDD+ (pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan) Badan Persiapan, untuk memastikan keberhasilan REDD+ di Indonesia.

Sebelum penugasannya di kabinet Indonesia Bersatu jilid 2, Kuntoro adalah Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias 2005-2009. Sebagai Kepala BRR, ia memimpin upaya konstruksi dengan ada dana sama dengan hampir $ US 8 miliar, 70% berasal dari lembaga bantuan luar negeri.

Kuntoro memperoleh gelar doktor dalam Ilmu Pengambilan Keputusan (Decision Science) dari ITB, di mana ia juga meraih gelar teknik pertama. Sebelum doktor, ia mendapatkan dua gelar master - M.Sc. inIndustrial Teknik dan M.Sc. Teknik Sipil - baik dari Stanford University. Dia juga Ketua Dewan Pengurus Sekolah, Sekolah Bisnis dan Manajemen - Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB), sebuah sekolah bisnis yang ia dirikan pada tahun 2003 dan sejak itu menjadi anggotanya Pengambilan Keputusan dan Negosiasi Strategis kelompok keahlian.