Badan Pengawas | WWF Indonesia

Badan Pengawas



Arief T Surowidjojo (Ketua)

 
	© istimewa
Arief T. Surowidjojo
© istimewa
Arief T Surowidjojo telah aktif di kepengurusan Yayasan WWF-Indonesia sejak tahun 1997. Saat ini beliau menjabat sebagai Ketua Badan Pengawas.

Arief T. Surowidjojo adalah salah seorang pendiri dan partner pendiri firma hukum Lubis Ganie Surowidjojo. Beliau adalah dosen senior di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan salah satu pendiri dan mantan Ketua Dewan Pengawas Transparansi International Indonesia. Ia menerima gelar sarjana dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan Master bidang hukum dari Universitas Washington di Amerika Serikat.

Arief T Surowidjojo adalah salah satu pendiri dan anggota Dewan Pengawas dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), pendiri dan Ketua Dewan Pengawas Hukum Indonesia dan Pusat Studi Kebijakan (PSHKI), pendiri dan anggota Dewan dari the Indonesian Institute for Corporate Governance. Beliau adalah salah satu pendiri dan anggota Dewan Pengawas Asosiasi dari Rekonstruksi dari Indonesia (PMKI) dan Asosiasi dari Masyarakat Sipil Indonesia (Perinda).

Martha Tilaar

 
	© WWF Indonesia
Martha Tilaar
© WWF Indonesia
Martha Tilaar berperan aktif dalam kepengurusan Yayasan WWF-Indonesia sejak tahun 2002.

Martha Tilaar merupakan seorang pengusaha Kosmetik Terkemuka dengan nama merek dagang Sariayu Martha. Ia mengambil kuliah kecantikan dan lulus dari Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, AS dan meraih gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dalam bidang ”Fashion and Artistry” dari World University Tuscon, Arizona, AS tahun 1984.

Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap perempuan, Martha mendirikan Yayasan Martha Tilaar yang bergerak dibidang pemberdayaan perempuan. Ia juga memiliki usaha kerajinan di Sentolo Yogyakarta bernama Prama Pratiwi Martha Gallery dan memilik Kampung Jamu Organik di Cikarang Bekasi.

John A Prasetio

 
	© WWF Indonesia
John A Prasetio
© WWF Indonesia
John A. Prasetio bergabung sebagai Pengurus Yayasan WWF-Indonesia sejak  tahun 1999.

John A. Prasetio adalah Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Korea. Sebelum bertugas sebagai Duta Besar, beliau adalah seorang pengusaha, Pendiri dan Chairman CBA Consulting, anggota Komisaris PT Bank Permata Tbk., PT Sarana Menara Nusantara Tbk, dan anggota Dewan Penasehat P&G Indonesia, Crowe Horwath Indonesia serta Mitsui Indonesia.

Beliau juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Perindustrian, anggota Komite Ekonomi Nasional, Komite Nasional Kebijakan Governance, Komite Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan anggota Dewan Penasehat Asosiasi Emiten Indonesia serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

Jabatan sebelumnya adalah Regional Senior Advisor Ernst & Young Global dan Executive Chairman Ernst & Young Indonesia, Chief Executive Officer/Area Managing Partner Asia Pasifik dari Andersen Worldwide dengan kantor pusat di Singapura, bertanggung jawab untuk 13 kantor operasional Andersen Worldwide di Asia Pasifik, termasuk Jepang, Korea Selatan, China, Australia dan negara-negara ASEAN.

Beliau memiliki berbagai macam pengalaman antara lain sebagai Ketua APEC Business Advisory Council Indonesia, anggota pada UNESCAP Business Advisory Council, East Asia Business Council, Global Practice Council of Ernst & Young, London, Global Executive Board of Andersen Worldwide, New York, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Kerjasama Ekonomi Internasional, Dewan Pengembangan Usaha Nasional, dan lain-lain.  John A. Prasetio juga mewakili Indonesia pada G-20 Business Summit di London dan Toronto.