Badan Pengurus | WWF Indonesia

Badan Pengurus



Kemal Stamboel (Ketua)

 
	© WWF Indonesia
Kemal Stamboel
© WWF Indonesia
Kemal A Stamboel adalah Ketua Badan Pengurus WWF Indonesia. Beliau telah aktif menjabat sebagai Pengurus Yayasan WWF Indonesia sejak tahun 1999.

Merupakan anggota pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), Kemal Stamboel sebelumnya menjabat sebagai pengawas anggota komite pengawas Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh dan Nias, dan sebagai anggota Dewan Nasional ICT. 

Kemal A Stamboel adalah mantan Country Leader IBM Business Consulting Services dan juga Managing Partner dari Price Waterhouse Coopers di Indonesia. Kemal telah bekerja dengan basis klien yang luas dan berkembang pesat meliputi perusahaan lokal dan multinasional dan BUMN di beragam industri. Beliau pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia periode 2009-2014.

Kemal Stamboel menerima gelar Master Manajemen Bisnis dari Arthur D. Little School of Management di Boston, Massachusetts.

Shinta Widjaja Kamdani

 
	© WWF Indonesia
Shinta Widjaja Kamdani
© WWF Indonesia
Shinta Widjaja Kamdani telah aktif di kepengurusan Yayasan WWF-Indonesia sejak tahun 1996.

Beliau lulus dari perguruan tinggi Barnard Columbia University, New York, USA pada tahun 1989 dan Program pendidikan Eksekutif di Harvard Business School, Boston Massachusetts, USA pada tahun 2002.

Sebagai pemilik dan Chief Executive Officer dari Sintesa Group, Shinta bertanggung jawab untuk manajemen dan perluasan bisnis di Indonesia. Sintesa Group adalah perusahaan dengan 18 anak perusahaan, yang beroperasi di bidang properti, produk industri, energi dan produk konsumen.
 
Saat ini beliau masih aktif dan banyak berperan dan bertanggung jawab sebagai Pendiri dan anggota Dewan Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI); Wakil Ketua dari Kamar Dagang dan industri; Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO); Presiden Dewan Bisnis Indonesia untuk pembangunan berkelanjutan (IBCSD); Perempuan dalam jaringan Regional Chair ASIA Young President Organization (YPO); Yayasan Aids Indonesia (YAI) dan Indonesia Business Coalition on AIDS/HIV (IBCA).

Rizal Malik

 
	© WWF Indonesia
Rizal Malik
© WWF Indonesia
Rizal Malik telah menjabat sebagai Board Yayasan WWF-Indonesia sejak tahun 2002.

Beliau memegang gelar Master degree dari School of Development Studies di University of East Anglia, UK. Beliau juga mengikuti kursus pasca-sarjana di Universitas Cornell dan Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat.

Rizal Malik sebelumnya menjabat sebagai asisten dari Country Director dan Ketua Tim Sekjen Unit dan Chief Executive Officer Transparensi International Indonesia. Beliau juga pernah menjabat sebagai Chief Operating Officer di Kemitraan untuk reformasi pemerintahan di Indonesia dan menjabat sebagai program Country Manager untuk Oxfam Britania Indonesia (1998 -2001). Beliau juga sempat menjabat sebagau Manajer program Regional untuk Asia Tenggara  di Hong Kong dari tahun 2003 sampai dengan 2004.

Rizal Malik pernah menjabat sebagai Penasehat Senior untuk kebijakan sosial di Perserikatan Bangsa-Bangsa Program UNSFIR – UN Support Facility for Indonesian Recovery, dan proyek kerjasama UNDP -Pemerintah RI untuk eksplorasi dan pengembangan kebijakan strategis jangka panjang penanganan krisis politik dan ekonomi di tahun 1998.

Rizal berpengalaman pada isu-isu pemerintahan lokal sebagai penasihat pemerintah daerah di Sulawesi dan Yogyakarta selama lebih dari enam tahun. Rizal telah bekerja pada proyek-proyek yang didanai oleh USAID, CIDA, DFID, DANIDA, SDC dan GTZ. Dia juga pernah menjadi penasehat Bank Dunia dan ADB untuk isu-isu pemerintahan dan antikorupsi.

Tati Darsoyo

 
	© WWF Indonesia
Tati Darsoyo
© WWF Indonesia
Tati Darsoyo pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Swiss pada 1997-2001. Beliau juga pernah menjadi anggota DPR Pusat, dan menjadi Vice President Parlemantary Union 2000 – 2004.

Sejak masa remaja, Tati Darsoyo telah aktif mengajar bahasa Inggris dan peka terhadap isu-isu pembangunan dan kemasyarakatan. Setelah menikah dengan salah satu putra terbaik anggota TNI AD Bapak Darsoyo (Mayjen Purn), beliau tetap berkarya dan bahkan semakin giat dalam kegiatan kemasyarakatan dan politik sehingga menjadikannya sebagai salah satu tokoh perempuan Indonesia yang patut menjadi teladan dan inspirasi.    

Tati Darsoyo aktif sebagai anggota Pengurus Yayasan WWF-Indonesia sejak 2002.

Jerry Ng

 
	© WWF Indonesia
Jerry Ng
© WWF Indonesia
Jerry Ng adalah Direktur dari PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) sejak September 2008. Dia adalah Pimpinan dan memiliki posisi senior di TPG Capital , sebuah firma ekuitas swasta, di Indonesia dan Asia Tenggara. Ia memiliki lebih dari 25 tahun pengalaman di industri jasa keuangan. Ia memulai karirnya di Citibank dan lebih lanjut pindah ke posisi senior di berbagai bank swasta terkemuka di Indonesia; termasuk Wakil Direktur Utama di Bank Central Asia, Wakil Direktur Utama di Bank Danamon dan Direktur Utama di Federal International Finance. Selama krisis keuangan Asia tahun 1998, ia diangkat sebagai Wakil Ketua Badan restrukturisasi Bank Indonesia (BPPN), serta penasihat Ketua BPPN untuk memulihkan kondisi industri perbankan kembali ke kondisi normal.
 
Ia meraih gelar Bachelor of Business Administration dari Universitas Washington di Seattle, Amerika Serikat dan telah mengikuti program manajemen senior, termasuk di Stanford Business School dan Harvard Business School. Jerry juga adalah fellow dari Eisenhower Fellowships.

Jerry Ng menjadi anggota Dewan Eksekutif Yayasan WWF Indonesia sejak Februari 2014.

Alexander Rusli

 
	© WWF Indonesia
Alexander Rusli
© WWF Indonesia
Alexander Rusli telah menjadi Chief Executive Officer, Direktur Utama dan Direktur PT Indosat Tbk sejak 1 November 2012. Beliau telah menjadi penasihat untuk Menteri BUMN sejak Juni 2007. Memiliki pengalaman yang signifikan di sektor publik dan swasta di Indonesia, Alexander Rusli juga merupakan dosen di berbagai universitas, termasuk Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia dari tahun 1997 hingga 2007 dan Swiss-German University di Jakarta dari tahun 2004 hingga 2005.

Rusli banyak membantu pemerintah Indonesia selama sembilan tahun sebagai Penasehat Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, ia juga terlibat dalam perumusan kebijakan dan peraturan di industri telekomunikasi, Media dan Pos dan staf ahli Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Beliau mengawasi 140 BUMN dengan lebih dari 500 perusahaan. Selama periode itu beliau juga memegang berbagai posisi perusahaan milik negara. Sebelumnya Rusli telah menjabat sebagai Principal Consultant untuk Pricewaterhouse Coopers Indonesia.

Rusli menyelesaikan pendidikan gelar doktoralnya di Curtin University, Australia Barat. Ia meraih gelar Doctor of Philosophy dalam sistem informasi.

Rusli menjadi anggota Dewan Eksekutif Yayasan WWF Indonesia sejak Februari 2014.