Senior Management Team | WWF Indonesia

Senior Management Team



Rizal Malik

 
	© WWF Indonesia
Rizal Malik
© WWF Indonesia

CEO Yayasan WWF-Indonesia

Beliau memegang gelar Master degree dari School of Development Studies di University of East Anglia, UK. Beliau juga mengikuti kursus pasca-sarjana di Universitas Cornell dan Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat.
 

Rizal Malik sebelumnya menjabat sebagai asisten dari Country Director dan Ketua Tim Sekjen Unit dan Chief Executive Officer Transparensi International Indonesia. Beliau juga pernah menjabat sebagai Chief Operating Officer di Kemitraan untuk reformasi pemerintahan di Indonesia dan menjabat sebagai program Country Manager untuk Oxfam Britania Indonesia (1998 -2001). Beliau juga sempat menjabat sebagau Manajer program Regional untuk Asia Tenggara  di Hong Kong dari tahun 2003 sampai dengan 2004.
 

Rizal Malik pernah menjabat sebagai Penasehat Senior untuk kebijakan sosial di Perserikatan Bangsa-Bangsa Program UNSFIR – UN Support Facility for Indonesian Recovery, dan proyek kerjasama UNDP -Pemerintah RI untuk eksplorasi dan pengembangan kebijakan strategis jangka panjang penanganan krisis politik dan ekonomi di tahun 1998.
 

Rizal berpengalaman pada isu-isu pemerintahan lokal sebagai penasihat pemerintah daerah di Sulawesi dan Yogyakarta selama lebih dari enam tahun. Rizal telah bekerja pada proyek-proyek yang didanai oleh USAID, CIDA, DFID, DANIDA, SDC dan GTZ. Dia juga pernah menjadi penasehat Bank Dunia dan ADB untuk isu-isu pemerintahan dan antikorupsi.

Aria Nagasastra

 
	© WWF Indonesia
Aria Nagasastra
© WWF Indonesia

Director - Finance and Administration

Aria Nagasastra (Aria) bergabung dengan WWF Indonesia sejak 2016. Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur Finance and Administration dan bertanggung jawab langsung kepada CEO WWF-ID. Aria Nagasastra dilahirkan di Palembang pada 9 Desember 1967. Beliau menyelesaikan Pendidikan Sarjana di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara pada 1995 dan kemudian melanjutkan Pendidikan Pasca Sarjana pada program Magister Manajemen (MM) dari IPMI Jakarta, Master of Business Administration (MBA) dari International Business Monash University (Australia) , dan Master of Philosophy (M.Phil.) dari Maastricht School of Management (The Netherlands). 

 

Berbagai pengalaman dibidang finansial baik disektor profit maupun non-profit serta dunia pendidikan pernah diembannya. Beliau tercatat pernah dipercaya sebagai Chief Financial Officer pada PT MNC investama dan Financial Controller pada PT Trakindo Utama. Sebelum bergabung dengan WWF, Bapak Aria menjabat sebagai Finance Director di PT Quality International dan tenaga pengajar Program S2 di Binus International Business School untuk Investment Management.

Apin Aviyan

 
	© WWF Indonesia
Apin Aviyan
© WWF Indonesia

Director – Human Capital and Legal

Apin Aviyan (Apin) bergabung dengan WWF Indonesia sejak 2016. Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur Human Capital and Legal dan bertanggung jawab langsung kepada CEO WWF-ID . Apin Aviyan dilahirkan di Bandung pada 15 Januari 1967. Beliau menyelesaikan Pendidikan sarjana di Universitas Padjajaran Bandung Fakultas Psikologi pada 1992 dan menyelesaikan pendidikan pascasarjana dibidang psikologi pada 2002 di Universitas Indonesia.
 

Sejak tahun 1993 hingga 2012, beliau menduduki bebagai posisi strategis ditingkat manajerial pada PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. baik ditingkat pusat maupun cabang. Kompetensi beliau banyak dibangun pada bidang manajerial, sumberdaya manusia dan psikologi. Beliau juga tercatat memiliki sertifikasi dalam bidang pengelolaan dan manajemen resiko, Assesor  Kompetensi SDM, Business Coach dan Strategy Execution. Sebelum bergabung dengan WWF Indonesia, Bapak Apin Aviyan memegang jabatan  sebagai Kepala Biro Sumber Daya Manusia di Komisi Pemberantasan Korupsi- Republik Indonesia (KPK-RI) hingga awal 2016.

Benja V Mambai

 
	© WWF Indonesia/ Desmarita Murni
Benja V. Mambai
© WWF Indonesia/ Desmarita Murni

Director – Papua Program

Benja Victor Mambai menamatkan pendidikan di Universitas Cendrawasih, Jayapura Jurusan Matematika dan Fisika pada tahun 1990.  Kemudian melanjutkan pendidikan pada program pasca sarjana Fakultas MIPA-Universitas Indonesia, jurusan Biology Konservasi dan selesai pada tahun 2002.
 

Benja Mambai bergabung dengan WWF Indonesia sejak tahun 1991. Karirnya dimulai dengan menjadi anggota tim peneliti keanekaragaman hayati di Cagar Alam Lorentz kerjasama WWF Indonesia dan Asian Development Bank pada 1991-1992, hingga berlanjut menjadi Project Executant Taman Nasional Lorentz pada 1997 sd 1999, dan kemudian menjadi Program Manajer Kebijakan dan Hukum WWF Indonesia Regional Sahul pada tahun 2001.
 

Beliau memiliki keahlian dibidang riset keanekaragaman hayati, perencanan pembangunan daerah, dan advokasi terkait pembangunan dan dampaknya bagi lingkungan.
 

Saat ini Benja Mambai menjabat sebagai Direktur Program Papua, membawahi sekitar 64 staff yang tersebar di tujuh kantor lapangan di Papua dan Papua Barat.

Prof. Dr. Hadi Alikodra

 
	© WWF Indonesia
Hadi Alikodra
© WWF Indonesia

Senior Advisor – Biodiversity and Wildlife Management

Prof Dr Ir H. Hadi S. Alikodra bergabung dengan WWF Indonesia sejak tahun 2006. Saat ini beliau menjabat sebagai Senior Advisor untuk Keanekaragaman Hayati dan Manajemen Satwa Liar.

 

Hadi S Alikodra dilahirkan di Cirebon pada 5 Februari 1949. Beliau menamatkan pendidikan S1 di Institut Pertanian Bogor Fakultas Kehutanan pada 1974 dan melanjutkan program Magister dan Doktor Bidang Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan di IPB pada tahun 1978 dan 1983.
 

Sejak tahun 1974 sampai sekarang beliau bekerja sebagai staf pengajar Fakultas Kehutanan IPB. Beliau diangkat menjadi Guru Besar Tetap dalam ilmu Pelestarian  Alam  dan  Pembinaan  Margasatwa  pada  tahun  1998.
 

Selama satu dekade antara tahun 1990-2000 beliau memangku  berbagai  jabatan di  Kantor Menteri  Negara  Lingkungan  Hidup. Beliau  diangkat sebagai Senior Advisor untuk proyek lingkungan hidup kerjasama antara Kementrian  Lingkungan  Hidup  dengan  Pemerintah  Jerman pada  2000-2002,  dan  pada 2003-2005  menjadi  Deputi  Leader  untuk  program  MCRMP-Kementrian  Kelautan  dan  Perikanan.  Prof. Hadi Alikodra pernah menjadi  ketua Yayasan  Mangrove  Indonesia periode  1997-2005 dan  Ketua  Yayasan  Badak  Sumatera  periode  2000-2006.

Klaas Jan Teule

 
	© WWF Indonesia
Klaas Jan Teule
© WWF Indonesia

Senior Advisor – Program Development and Quality Assurance

Klaas Jan Teule lahir di Hoogeveen, Belanda pada tanggal 14 Juli 1965. Beliau menamatkan pendidikan di Van Hall Institute Jurusan Ilmu Lingkungan di Groningen, kemudian dilanjutkan dengan mengambil Master of Science di Agricultural University of Wageningen, Department of Aquatic Ecology and Water Quality Management.
 

Beliau memiliki pengalaman yang luas dibidang  project management, project design, program review, fundraising dan program development.
 

Kecintaan Klaas Jan Teule kepada alam Indonesia dimulai saat ia melakukan penelitian tentang penyu laut di Kepulauan Aru, Maluku pada 1997. Penelitian tersebut  mengenalkannya pada WWF. Sejak  bergabung dengan WWF Indonesia pada 1998, hingga saat ini beliau telah menempati berbagai posisi strategis antara lain Direktur untuk Program Development and Sustainability dan Direktur Konservasi. Atas dedikasi pengabdiannya selama lebih dari 20 tahun bekerja untuk konservasi, pada 2012 beliau menerima Panda Gold Medal dari WWF Indonesia. Saat ini Klaas Jan Teule menjabat sebagai Senior Advisor untuk Program Development and Quality Assurance.

Arnold Sitompul

 
	© Arnold Sitompul
Arnold Sitompul
© Arnold Sitompul
Director - Conservation

Arnold Sitompul lahir di Medan 14 April 1971, memperoleh BSc dalam Biologi dari Universitas Indonesia sebelum menyelesaikan Magister Management Wildlife & Konservasi di University of Georgia, Athens, Georgia, Amerika Serikat, dan PhD dibidang Pelestarian Lingkungan dari University of Massachusetts, Amherst, Amerika Serikat. Ia juga telah mendapatkan pelatihan khusus untuk memperdalam Carbon Stock Assessment and Emission Inventory.
 

Arnold bergabung dengan WWF-Indonesia pada Agustus 2014. Sebelumnya beliau berkarya sebagai Direktur Program di Yayasan Kehati, 2002 – 2014. Wildlife Conservation Society (Indonesia Office) dari tahun 1994 - 2002.
 

Sejak Agustus 2014, Arnold menjalankan tugas sebagai Direktur Konservasi, mengkoordinasikan 3 Direktur place-based (Papua, Sumatra & Borneo, Coral Triangle), dengan Direktur Policy, Sustainability & Transformation. 

Wawan Ridwan

 
	© WWF Indonesia/ Des Syafrizal
Wawan Ridwan
© WWF Indonesia/ Des Syafrizal

Director – Coral Triangle Program

Wawan Ridwan lahir di Garut pada tanggal 11 Desember 1957. Beliau menamatkan pendidikan di Institut Pertanian Bogor Fakultas Kehutanan pada 1981.

 

Sebelum bergabung dengan WWF, Wawan Ridwan mengawali karir sebagai Pegawai Negeri Sipil di Ditjen Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam atau PHPA (kini PHKA) pada tahun 1981 sebagai staf perencanaan di TN Ujung Kulon. Kemudian menjadi Kepala Seksi Perencanaan Jangka Menengah PHPA tahun 1983. Sejak tahun 1987 hingga tahun 1999 berturut turut ditugaskan sebagai Kepala TN Komodo, TN Kerinci Seblat dan TN Bromo Tengger Semeru. Pada tahun 1999 hingga 2001 merupakan ahir karirnya sebagai PNS di Department Kehutanan dengan posisi sebagai Direktur Wisata Alam pada Ditjen PHKA.


Wawan Ridwan bergabung dengan WWF Indonesia sejak Mei 2001. Beliau pernah memimpin beberapa proyek WWF Indonesia di sejumlah lokasi penting antara lain sebagai Project Leader joint program WWF-The Nature Conservacy di Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Project Leader WWF-ITTO di Taman Nasional Betung Kerihun, Kalimantan Barat, Project Manager Nature Research Management WWF-Indonesia Sundaland Bioregion tahun 2002.
 

Pria yang hobi menyelam dan menikmati keindahan laut Indonesia ini menjabat sebagai Direktur Program Marine & Marine Species di WWF Indonesia antara tahun 2007 sd 2013 . Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur Program Konservasi Segitiga Terumbu Karang atau Coral Triangle.

Irwan Gunawan

 
	© Irwan Gunawan/WWF-Indonesia
Irwan Gunawan, Direktur Program Kalimantan
© Irwan Gunawan/WWF-Indonesia
Direktur Program Kalimantan
Irwan Gunawan (Irwan) mengawali karir di WWF Indonesia sejak 2004 sebagai program officer Global Forest and Trade Network. Saat ini beliau menjabat sebagai Direktur Program Kalimantan dan bertanggung jawab kepada CEO. Irwan Gunawan dilahirkan di Karawang pada 18 Februari 1975. Beliau menyelesaikan pendidikan sarjana di Jurusan Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor pada 1999.
 
Sejak bergabung kembali dengan WWF Indonesia pada tahun 2011, beliau menduduki berbagai posisi strategis di tingkat manajerial di WWF Indonesia. Tugas yang pernah diembannya antara lain kerjasama dengan sektor swasta dengan mengusung pengarusutamaan pendekatan transformatif dalam jaringan perdagangan komoditas yang berkelanjutan, terutama minyak sawit. Pada periode 2009-2011, beliau bekerja pada Rainforest Alliance sebagai Program Manager Kehutanan regional Asia Pasifik.  Sebelum tahun 2004, beliau pernah bekerja di Lembaga Ekolabel Indonesia, JICA-Biodiversity Project dan Lembaga Alam Tropika Indonesia (LATIN).
 
 

Aditya Bayunanda

 
	© Aditya Bayunanda/WWF-Indonesia
Direktur Policy, Sustainaibility and Transformation
© Aditya Bayunanda/WWF-Indonesia
Direktur Policy, Sustainaibility, and Transformation
Aditya Bayunanda (Dito) bergabung dengan WWF Indonesia sejak 2009. Saat ini menjabat sebagai Direktur Policy and Sustainable Transformation. Aditya Bayunanda dilahirkan di Yogyakarta pada  31 Mei 1975  mempunyai latar belakang pendidikan Sarjana Kehutanan yang di tempuh di Universitas Gadjah Mada dan menyelesaikan Pendidikan Pascasarjana di Jurusan Manajemen Bisnis di Institut Pertanian Bogor pada 2008.
 
Di WWF Indonesia, sebelumnya pernah mengemban berbagai posisi manajerial antara lain Global Forest Trade Network Indonesia, Pulp and Paper Manager, HoB Thematic Leader for Sustainable Business dan Forest Based Commodities Strategic Leader. Selain identik dengan status aktifis lingkungan hidup dan terlibat sebagai anggota International Working Group di FSC dan HCSA, Aditya Bayunanda aktif mempelajari ilmu politik dan pemerintahan.