Gerakan Hemat Energi Nasional(Meniti Harapan-DAAITV) | WWF Indonesia

Gerakan Hemat Energi Nasional(Meniti Harapan-DAAITV)



Posted on 11 September 2009   |  


Tepat pukul 20.30 WIB, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang juga menjadi Duta Earth Hour Indonesia secara simbolik mematikan lampu di pelataran Balikota Jakarta yang menandakan dimulainya pemadan lampu selama satu jam. Meski baru pertama kali dilakukan di Indonesia, kampanye ini telah dilakukan oleh lebih 20 ribu perumahan dan 60 pengelola gedung di DKI Jakarta, Bandung, dan Bali. Hasilnya, pemadan selama satu jam ini telah dapat menghemat 50 MW listrik hanya dari wilayah DKI Jakarta saja.

Pemadaman lampu selama satu jam ini pertama kali tercetus dua tahun silam di Sydney yang didukung wlikotanya dan sekitar 22 juta penduduknya. "Karena ada pemikiran bahwa salah satu kontribusi besar isu perubahan iklim adalah pemakaian energi terutama dari listrik" terang Direktur Program Perubahan Iklim dan Energi WWF-Indonesia Fitrian Ardiansyah. Kemudian pada tahun berikutnya atau pada 2008, ada sekitar 775 kota di 35 negara yang terlibat.

Saat ini termasuk Jakarta, ada 1.000 kota di sektar 85 negara dan diperkirakan ada sekitar 1 miliar orang yang terlibat. Kalau semua warga Jakarta terlibat, akan hemat listrik sekitar 300 MW atau sebanding satu pembangkit listrik. Hal ini bisa membantu 900 desa yang belum teraliri listrik. Melihat keadaan seperti ini, perlu sekali dilakukan penyadaran tentang hemat energi tidak hanaya pada tingkat mahasiswa, tapi juga anak-anak dan ibu rumah tangga. 

Sekretaris PT PLN Supriyanto mengatakan program pengematan listrik ini disambut postif oleh karyawannya. Namun untuk merubah budaya masyarakat yang biasa disubsidi listrik ini memang diakuinya sangat berat. Namun yang pasti program pengematan listrik telah dilakukan sendiri oleh penyedia perubahan listrik ini. Di antaranya bangunan gedung yang dipenuhi jendela hingga ruangan terlihat lebih terang. Tak hanya itu, lampu penerang diganti dengan hemat energi, pendingin ruangan cukup diatur tingkat sejuk dan bila akan meninggalkan kantor AC atau komputer dimatikan. Dengan upaya pemangkasan ini, Supriyanto ngatakan PLN telah menghemat sekitar Rp 120 juta.
© Daai TV

Comments

blog comments powered by Disqus