Mengenal JARING-Nusantara, Sebuah Inisiatif untuk Praktik Perikanan yang Berkelanjutan | WWF Indonesia

Mengenal JARING-Nusantara, Sebuah Inisiatif untuk Praktik Perikanan yang Berkelanjutan



Posted on 27 March 2014   |  
Peserta pelatihan perikanan yang berkelanjutan JARING-Nusantara
© WWF-Indonesia
Oleh Davidson Rato Nono

Jaringan Kerja Perikanan Bertanggung Jawab Nusantara atau yang lebih dikenal dengan JARING-Nusantara adalah jaringan yang dibentuk berdasarkan inisiasi dari WWF-Indonesia bersama 12 yayasan atau non-government organization (NGO) lokal yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Jaringan ini berdiri atas kesamaan visi dan misi, serta dilatarbelakangi oleh sumber daya perikanan yang semakin menurun, upaya perbaikan yang rendah, terancamnya ketahanan pangan di sektor perikanan, serta semakin meningkatnya kebutuan konsumsi ikan baik di Indonesia maupun secara global. Berdasarkan latar belakang tersebut, JARING-Nusantara diharapkan dapat menjembatani permasalahan yang ada di pesisir dan laut Indonesia. 

WWF-Indonesia mengadakan pelatihan perikanan yang berkelanjutan pada awal Februari 2013 bersama yayasan atau NGO lokal di beberapa daerah di Indonesia yang memiliki wilayah kerja di daerah pesisir dan atau kelompok-kelompok petambak. Pelatihan itu sendiri diisi oleh sosialisasi Better Management Practices (BMP) untuk perikanan tangkap dan budidaya serta materi tentang pentingnya sertifikasi ekolabel. Kemudian di akhir pelatihan, yayasan atau NGO lokal ini bersama dengan WWF-Indonesia membuat komitmen untuk melakukan perbaikan perikanan di Indonesia dengan dibentuk JARING-Nusantara. Adapun 12 yayasan atau NGO lokal yang tergabung dan sekaligus menjadi pendiri JARING-Nusantara ini adalah Yayasan Berau Lestari (Berau-KALTIM), CAC Kesuma Bangsa (Aceh), FORKANI (Wakatobi), KOMUNTO (Wakatobi), Koalisi untuk Advokasi Laut Aceh, Koalisi Perempuan Indonesi (Jawa Timur), Yayasan Mattirotasi (Makassar), Yayasan Konservasi Laut (Makassar), Yayasan Reef Check Indonesia (Bali), Komunitas Peduli Gizi dan Lingkungan (Sidoarjo), Yayasan TAKA (Semarang), dan Yayasan Bahari (Kendari). Hingga saat ini ada 18 yayasan atau NGO lokal yang telah bergabung dengan JARING-Nusantara.

Jaringan kerja yang didirikan pada 2 Februari 2013 ini memiliki 2 tujuan utama, yaitu memperbaiki pengelolaan sumber daya perikanan dengan berbagai upaya perbaikan untuk menjamin keberlanjutan sumber daya perikanan nasional, serta menciptakan dan memperkuat usaha, bisnis dan praktik perikanan laut dan pesisir yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Sebagai tindak lanjut dari pembentukan JARING-Nusantara ini, dilakukan lah penilaian awal praktik perikanan dari masing-masing anggota JARING-Nusantara. Hingga saat ini sudah 8 yayasan atau NGO lokal yang melakukan penilaian awal dan telah menyusun rencana kerja perbaikan perikanan. 

Ke depannya, diharapkan JARING-Nusantara dapat memfasilitasi percepatan penyediaan produk perikanan bersertifikat ekolabel MSC (Marine Stewardship Council) dan atau ASC (Aquaculture Stewardship Council) di Indonesia melalui WWF-Indonesia atau dengan kata lain yakni menciptakan produk perikanan yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan berkeadilan demi kesejahteraan para nelayan Indonesia.

Comments

blog comments powered by Disqus